PART 54 KECELAKAAN

2081 Kata
Thalia mengaduk minuman nya dengan bosan sudah 2 minggu dia tidak bertemu dengan Regan karena kesibukan pria itu,setiap kali Thalia mengajak nya jalan jalan Regan akan menolak dengan alasan nya sibuk.Terkadang Thalia terpikir jika itu hanya alasan Regan saja karena tidak mau bertemu dengan nya tapi semua itu di tepis cepat oleh Thalia,dia yakin jika Regan benar benar mencintai nya. “Hai Thalia.” Thalia mengangkat kepala nya melihat Bella yang berada di depan nya,Wanita itu melebarkan senyum nya dan duduk di depan Thalia tanpa Thalia minta. “Wajah kamu cemberut kenapa? Memikirkan Regan?” Tanya nya santai,dia mengangkat tangan nya memesan makanan. Thalia hanya diam memperhatikan gerak gerik Bella yang terlihat santai bahkan Wanita itu memakan snack nya dengan santai. “Kamu pasti penasaran kenapa Regan tidak menemui kamu akhir akhir ini kan?” Bella meluruskan pandangan nya dan tersenyum sinis melihat wajah tegang Thalia. “Dia lagi sibuk.” Bella Kembali tersenyum,dia memiringkan kepala nya menatap Thalia,”Oh pikiran kamu terlalu dangkal,pantas saja Regan meninggalkan kamu.” Thalia mengerutkan kening nya tidak mengerti dengan perkataan Bella,”maksud nya?” Bella meneguk minuman nya lalu meletakkan nya lagi,kaki nya menopang kaki nya yang lain sambil menatap Thalia,”Kamu tahu alasan aku pulang kenapa?” Thalia menggeleng,Regan tidak memberitahu alasan Bella pulang ke Indonesia jadi dia tidak tahu sama sekali. Bella menghela nafas nya,”Well,seperti nya Regan benar benar bermain aman.” Bella Kembali menghela nafas nya,”Baiklah jika Regan tidak memberitahu kamu,aku sendiri yang akan mengatakan nya.” Thalia mengamati Bella yang tersenyum sinis menatap nya,”Aku dan Regan akan menikah,dan alasan aku pulang ke Indonesia adalah karena pernikahan itu.” Deg Badan Thalia kaku seketika,tidak tidak mungkin Regan dan Bella akan menikah mungkin saja pendengaran nya yang salah. “Katakan kamu bercanda?” Bella tertawa keras mendengar pertanyaan Thalia,”Bukan kah kamu dari dulu sudah tahu jika kami di jodohkan? Suatu hari kami akan menikah tapi kamu tetap nekat mendekati Regan.” Bella mendekatkan badan nya ke Thalia,”Kamu hanya di anggap mainan sementara oleh Regan. Badan Thalia menjadi kaku seketika,”Tidak,Regan serius dengan aku.Dia bahkan sudah mengatakan nya ke orang tua nya.” Bella tertawa kecil dia menatap Thalia dengan kasihan,”Dan kamu percaya begitu saja? Ibu Regan tidak akan pernah menerima kamu begitu saja,dia yang mengatur semua keputusan berkaitan Regan dan dia mengizinkan kalian pacaran yang tidak selevel dengan Regan?” Bella menyunggingkan sudut bibir nya,”Kocak” lirih nya. * Di sepanjang perjalanan pulang teringat dengan perkataan Bella,air mata nya tidak henti nya turun.Benarkah yang di katakan oleh Bella? Mereka akan menikah? Jika benar lalu selama ini keberadaan Thalia di anggap apa oleh Regan? Tok..tok.. “Thalia?” Kyla membuka pintu kos nya dan terkejut melihat Thalia yang berada di depan pintu nya dengan wajah yang sembab penuh air mata. “Thalia ada apa?” Tanya panik,tapi Thalia tidak menjawab pertanyaan Kyla dia justru memeluk sahabat nya itu dengan erat. “Thalia are you okay? Kita masuk ke dalam ya.” Kyla menuntun Thalia masuk ke dalam kos nya dan memberi teh hangat. “Ada apa?” Kyla mengenggam tangan Thalia,Wanita itu menangis histeris tadi. “Tadi Bella datang dan dia bilang jika dia dan Regan akan menikah.” Thalia menahan air mata nya,dia menghapus air mata nya dengan kasar. Kyla melebarkan mata nya terkejut,”Kamu percaya dengan ucapan Bella begitu saja?” Thalia mengangkat wajah nya menatap Kyla lalu mengangguk pelan,”Regan dan Bella,mereka sudah di jodohkan sejak kecil.” Kyla menghela nafas nya lalu mengenggam tangan Thalia dengan erat,”Dengar,yang di katakan Bella belum tentu benar,jangan percaya dengan hal seperti itu sebelum Regan sendiri yang mengatakan nya.” Kyla menatap Thalia lurus,”Kamu percaya dengan cinta kalian kan?” Thalia mengangguk,”lalu jangan ragu sediktpun,Regan sudah memilih kamu dengan banyak pertimbangan.Semua yang di katakan Bella mungkin guyonan semata.” Thalia Kembali mengangguk,mungkin yang di katakan oleh Kyla benar,hanya diri nya yang terlalu bodoh dengan percaya langsung apa yang di katakan oleh Bella begitu saja. * Trak Regan mengangkat kepala nya dan melihat Bella yang berjalan masuk ke dalam ruangan nya. “Hai Re.” ucap nya Bella berjalan mendekati Regan dan langsung mencium pipi pria itu. “Bella,apa yang kamu lakukan!” Regan langsung mendorong badan Bella menjauh,dia terkejut saat Wanita itu langsung mencium nya begitu saja. Bella tersenyum lalu duduk di atas meja berhadapan dengan Regan,tangan nya dia sampirkan di bahu Regan.”Kenapa? bukan nya kita akan menikah?” tanya manja,Regan berdecak. “Jangan memulai,ini rumah sakit.” Bella Kembali tersenyum,”Tidak ada orang di sini,lalu kenapa kamu harus takut?” Regan Kembali berdecak,dia singkirkan tangan Bella tapi Kembali di tahan oleh Bella,dia sangat suka menggoda Regan seperti ini. Ceklek Bella mengangkat kepala nya meluruskan pandangan nya dan melihat pantulan seseorang yang masuk ke dalam ruangan Regan,dia tersenyum saat melihat orang itu adalah Thalia. “Re,kenapa kamu terlihat cuek kepada ku akhir akhir ini hm?” Bella Kembali menundukkan kepala nya dan mencium pipi Regan. Regan Kembali mendorong badan Bella untuk menjauh tapi pandangan nya jatuh kepada orang yang berdiri kaku di depan pintu nya. “Sial.” Umpat Regan dengan cepat dia bangkit dan mengejar Thalia. “Thalia” Regan berteriak tapi Thalia tidak berhenti sama sekali,bahkan saat Wanita itu masuk ke dalam mobil nya.Regan berlari menghalangi mobil Thalia yang ingin pergi. “Thalia,keluar.” Tapi Thalia tetap berada di mobil nya bahkan saat Regan mengetuk kaca mobil nya berulang kali,”Lia ku mohon,kamu salah paham.” Thalia meluruskan pandangan nya tidak menatap Regan,hati nya benar benar sakit saat melihat kejadian tadi.Awal nya dia ingin membawakan makan siang pria itu,Thalia sudah lama tidak bertemu Regan jadi dia memutuskan untuk datang tapi tidak di sangka saat dia masuk,dia melihat Bella yang mencium Regan. “Sayang Lia,ku mohon.” Mohon Regan,Thalia menoleh menatap Regan yang terlihat memohon.Thalia menghela nafas nya lalu membuka kunci mobil nya.Dengan cepat Regan masuk ke dalam mobil Thalia. “Lia,ku mohon dengarkan penjelasan ku.” Tatapan Thalia tetap menatap lurus ke depan,Regan yang melihat itu mengamit tangan Thalia dan mencium nya. “Bella datang ke ruangan ku,dan aku terkejut saat dia mencium ku begitu saja.” Regan mulai menceritakan yang terjadi,tapi Thalia tidak percaya begitu saja. “Sayang.” Thalia tetap diam,dia menundukkan kepala nya ke kemudi mobil,air mata Kembali turun tanpa bisa di halangi.Melihat itu Regan menjadi panik dia mendekati Thalia mencoba memeluk Wanita itu tapi malah di dorong Thalia. “Lepas Re,sekarang aku tidak ingin bicara dengan kamu!” bentak nya Regan menggeleng,dia Kembali mendekati Thalia tapi Kembali di dorong Thalia,”Turun!” “Lia” “Turun Re,aku minta kamu untuk turun.” “Tidak,kita harus bicara aku tidak ingin kamu salah paham.” Desak Regan,Thalia menggeleng sekarang dia benar benar tidak ingin bertemu dengan Regan. “Keluar,atau kita tidak usah bertemu lagi!” Thalia memandang Regan dengan tajam,Regan terdiam lalu mengangguk,dia keluar dari mobil Thalia. Thalia menghela nafas nya,dia menghidupkan mobil nya dan pergi begitu saja.Dia melajukan mobil nya dengan cepat,dia ingin menghilangkan rasa sesak di d**a nya sekarang. “Mobil itu kenapa ikuti aku terus?” Thalia menghapus air mata nya,dia yakin sejak dari rumah sakit tadi mobil itu terus mengikuti nya. Thalia memutar balik mobil nya menuju jalan tol,dia akan mentes apakah mobil itu benar benar mengikuti nya atau hanya kebetulan saja. “Sial,dia benar benar mengikuti.” Sesekali Thalia melihat mobil itu,setiap Thalia membelokkan mobil nya mobil di belakang nya juga akan mengikuti.Dia mengambil handphone nya untuk menghubungi Michel. Critttt “ahhh” * Regan berlari menuju rumah sakit terdekat,dia baru saja mendapat kabar jika Thalia kecelakaan dari Michel.Tidak henti nya sepanjang jalan dia mengutuk diri nya sendiri. “bagaimana keadaan nya?” Regan berlari mendekati Michel,kebetulan pria itu keluar dari kamar inap Thalia. “Keadaan nya tidak parah,hanya menabrak pembatas jalan,sekarang dia lagi tidur.” Regan bernafas lega mendengar nya,jantung berdegup kencang saat mendengar Thalia kecelakaan tapi sekarang dia bisa bernafas lega. “orang tua Thalia tahu?” Michel menggeleng,”Orang tua nya sibuk,aku tidak mau merepotkan mereka.” Regan mengangguk paham,dia berjalan masuk ruangan Thalia dan melihat Wanita itu yang tertidur dengan pulas. “Hei sayang,maaf karena ku kamu seperti ini.” Sesal Regan,dia mengenggam tangan Thalia dengan erat,Wanita itu pasti sangat marah karena kejadian itu dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. “Aku akan menunggu kamu sampai siuman.” Lanjut Regan,dia menarik kursi dan duduk di samping Thalia,mata nya tidak berhenti menatap Thalia yang sedang tertidur. Drt…Drt.. Regan mengambil handphone nya dan berdecak kesal saat melihat nama Bella yang menghubungi nya,Regan menatap Thalia yang masih tertidur dan mengecup kening nya pelan,Regan menjauh agar tidak membangunkan Thalia. “Ada apa?” “Kamu dimana? Aku sudah menunggu 1 jam tapi kamu tidak datang juga!” “Aku tidak bisa datang,Thalia kecelakaan dan aku harus menjaga nya.” “Jadi kamu memilih dia daripada aku?” “Tentu saja,aku akan memilih Thalia.” Balas Regan tajam,terdengar helaan nafas nya. “Seharus nya mobil itu menabrak Thalia lebih keras.” Ucap Bella pelan tapi masih bisa di dengar oleh Regan. “Apa maksud perkataan tadi?” Terdengar suara tertawa dari Bella,”Itu baru permulaan sayang,akan lebih banyak lagi.” Setelah mengatakan itu Bella langsung memutuskan sambungan mereka.Regan menatap handphone nya dengan bingung apa maksud dari perkataan Bella tadi dengan kecelakaan Thalia? * Kyla berlari sepanjang koridor rumah sakit,setelah mendengar kabar kecelakaan Thalia dia langsung pergi untuk melihat keadaan teman nya itu. Brak “Ahh” ringis kyla,dia baru saja menabarak seseorang. “Biar saya bantu.” Kyla menoleh menerima uluran tangan orang itu. “Anda baik baik saja?” “Saya baik baik sa-“ Kyla mengangkat kepala nya lalu terdiam saat melihat orang yang dia tabrak tadi,demi tuhan di antara banyak nya manusia di muka bumi ini kenapa dia harus menabrak orang terakhir yang ingin di lihat nya! “Kyla tunggu.” Michel menahan tangan Kyla saat Wanita itu pergi.Kyla menghentak kasar tangan Michel. “Jangan sentuh aku!” Perlahan Michel melepas tangan nya,menatap Kyla dengan tatapan dalam. Kyla menghela nafas nya berusaha bersabar lalu memandang Michel,”Thalia dimana?” tanya nya,kali ini dia harus mengesampingkan perasaan nya lebih dulu. “Dia baik baik saja hanya luka ringan,karena pengaruh obat dia tertidur.” Jelas Michel,Kyla mengangguk.Syukurlah teman nya itu baik baik saja. Michel memandang lurus Kyla,dia mengamati Wanita itu dari atas ke bawah,Wanita itu terlihat berubah sedikit berisi dari yang terakhir dia lihat. “Sudah lama kita tidak bertemu.” Ucap nya lembut,Kyla tertawa tercengang setelah tidak bertemu hampir 2 bulan setelah kejadian itu,dan hanya kata itu  yang terucap dari mulut Michel? “Aku ingin bertemu Thalia.” Kyla ingin pergi tapi tangan nya Kembali di tahan oleh Michel. “Di kamar ada Regan yang menjaga Thalia,biarkan mereka bersama.” Kyla terdiam,Regan datang menjenguk Thalia bearti hubungan mereka masih baik baik saja kan? “Hubungan Regan dan Thalia baik baik saja?” Michel mengerutkan kening nya bingung dengan pertanyaan ambigu Kyla tapi dia tetap mengangguk,Kyla menghela nafas nya lega mungkin Michel tidak tahu tentang yang di ceritakan oleh Thalia kemarin. Michel tersenyum memandang Kyla dia mengamit tangan Wanita itu,”Ky,kita perlu bicara.” “Tidak ada yang perlu di bicarakan.” Kyla Kembali menghentak tangan Michel. “Ku mohon,aku akan bertanggung jawab atas semua yang telah aku lakukan.” Ucap nya pelan. Kyla mematung mendengar perkataan Michel,pria itu akan bertanggung jawab? Tapi kenapa bukan kah tidak seperti itu awal nya? “Kamu lagi nggak mimpi kan?” Michel tersenyum lalu menggeleng,”Mungkin penolakan ku di awal menyakiti kamu,tapi sekarang aku sadar bahwa semua itu salah.” Michel mencoba Kembali mengamit tangan Kyla,”please sekali beri aku kesempatan ya?” Kyla hanya diam,dia menatap Michel ragu.Pria itu sangat cepat berubah terakhir kali Michel sangat menolak tapi sekarang dia malah menjadi pria yang bertanggung jawab. “Aku tidak bisa.” Kyla Kembali melepas tangan Michel,dia berjalan mundur. “Aku Sudah memberi kamu satu kesempatan tapi kamu malah mennolak nya,sekarang aku tidak bisa lagi.” Kyla menarik nafas nya dalam,”Maaf tapi aku tidak bisa.” Setelah mengatakan itu Kyla berbalik dan meninggalkan Michel pergi,Michel menatap pilu kepergiaan Kyla,Wanita itu sangat sulit untuk di bujuk,tapi kali ini bukan salah Kyla tapi diri nya lah yang terlalu menganggap remeh suatu hal. Michel membalikkan badan nya berjalan menuju tangga,di harus pergi mengambil pakaian Thalia sebelum Wanita itu siuman.Bagaimana pun perasaan Michel sekarang tapi dia harus memprioritaskan sepupu nya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN