PART 55 ALASAN SEBENARNYA

2223 Kata
“Thalia kamu baik baik saja?” Regan terbangun saat merasakan pergerakan jari tangan Thalia,dia langsung bangkit dan melihat Wanita itu yang mulai membuka mata nya.Perlahan Thalia membuka mata nya menyesuaikan cahaya yang masuk,dia mengedarkan pandangan nya ke kanan dan kiri melihat Regan yang di samping nya. Thalia berusaha untuk duduk dan di bantu oleh Regan,”Aku dimana?” tanya nya serak,Regan dengan sigap mengambil air minum dan memberikan nya kepada Thalia. “di rumah sakit,kamu habis kecelakaan.” Thalia terdiam,dia mencoba mengingat alasan dia bisa kecelakaan.Saat itu dia marah dengan Regan dan pergi menggunakan mobil tapi karena ada mobil putih yang mengikuti nya dari belakang Thalia memutuskan untuk mengecoh nya dengan pergi ke jalan tol,saat dia ingin menghubungi Michel meminta bantuan saat itu lah Thalia tidak ingat apa apa lagi. Regan menatap Thalia yang hanya diam,dia mengamit tangan Thalia dan mencium nya beberapa kali,”Sayang maafkan aku,jika bukan karena aku kamu pasti baik baik saja.” Thalia menoleh ke arah Regan yang nampak menyesal,”Kamu benar ingin menikah dengan Bella Re?” Hanya kalimat itu yang terlintas di benak Thalia,dia selalu terpikirkan akan hal ini. Seketika badan Regan menjadi tegang,dia menatap Thalia dengan gugup,”Apa maksud mu? Aku rasa kamu hanya bermimpi Lia.” Ucap nya gugup,Regan mencoba tertawa kecil menutupi kegugupan nya. Thalia memandang Regan lalu mengangguk,pandangan nya Kembali lurus ke depan.Ah mungkin memang guyonan Bella saja waktu itu. Regan bangkit dan mengelus rambut Thalia,”Sudah jangan di pikirkan,ada aku di samping kamu dan aku akan selalu menemani kamu Lia.” Thalia menoleh Kembali ke Regan,”Benar Re? janji?” Regan tersenyum lalu menunduk,dia mengecup kening Thalia pelan.”janji” * Michel masuk ke dalam kamar Thalia Langkah nya terhenti seketika saat melihat Kyla dan Regan yang berada di dalam ruangan itu,Kyla yang sedang duduk bicara dengan Thalia sedangkan Regan yang sedang menonton televisi. Kyla menolehkan pandangan nya dan terdiam saat Michel masuk,lidah nya kelu seketika dan membuat Thalia bingung.”Ky ada apa?” Kyla menggeleng lalu lanjut mengupas apel untuk Thalia. “Michel kamu dari mana?” “Aku mengambil pakaian kamu.” Michel meletakkan tas yang berisi pakaian Thalia ke pinggir dan berjalan menuju Thalia. “sudah mendingan?” Thalia mengangguk,”Aku hanya luka kecil,tapi kenapa harus menginap?” Thalia mengerucutkan bibir nya kesal,dia tidak suka berlama lama di rumah sakit. “Kita harus menunggu hasil rontgen nya keluar,setelah itu baru bisa pulang.” “Tapi aku bosan.” Rengek Thalia,jika sedang sakit seperti ini dia memang suka bermanja,jika ada orang tua nya Thalia akan bermanja kepada mereka tapi karena hanya ada Michel,dia akan bermanja kepada Michel dan Michel tidak keberatan akan hal ini,dia sudah hapal kebiasaan Thalia. Michel tersenyum dia mengacak rambut Thalia pelan,”Ini untuk kebaikan kamu juga Thalia,jika hasil rontgen nya sudah keluar,janji bakal keluar dari rumah sakit ini secepat nya.” Thalia mengerucutkan bibir nya lalu mengangguk paham,dia Kembali menoleh ke arah Kyla yang nampak diam tidak bicara sama sekali. “Ky,kamu kenapa?” Tanya Thalia pelan,Michel menoleh ke arah Kyla melihat Wanita itu. Kyla menggeleng,”Tidak apa apa,kepala ku sedikit pusing.Aku pulang dulu ya Thalia.” Kyla ingin bangkit tapi tangan nya di tahan oleh Thalia. “Michel akan mengantar kamu.” Kyla menggeleng,”Tidak usah aku bisa pulang sendiri.” Thalia menggeleng,dia bersikeras. “Jangan bahaya kalau kamu pulang sendiri,Michel yang akan mengantar kamu.” “Tapi Thalia-“ “tidak apa apa Kyla,kenapa kalian seperti canggung seperti itu sih? Kalian ada sesuatu yang di sembunyikan dari aku?” Tembak Thalia langsung,badan Kyla menjadi kikuk seketika perlahan dia mengangguk. “Baiklah aku pulang dengan Michel.” Kyla mengangkat kepala nya memberi kode kepada Michel untuk mengikuti nya. * Di dalam mobil sangat canggung,berkali kali Michel menoleh menatap Kyla tapi Wanita itu tidak memperhatikan nya sama sekali pandangan nya hanya tertuju ke luar jendela. “Kyla.” “Aku sedang tidak ingin bicara Michel.” Kyla menjawab nya pun tidak menoleh kepada Michel sedikitpun. “ini tidak serumit yang kamu pikirkan,aku sudah bertanggung jawab atas semua nya lalu kenapa kamu mempersulit nya?” Kyla menoleh menatap Michel tidak percaya dengan yang barusan pria itu katakan,jadi di sini diri nya lah yang mempersulit semua nya? “Jadi kamu bilang jika aku mempersulit semua nya?” Nada suara Kyla naik saat mengatakan nya,melihat itu Michel dengan cepat menggeleng. “Bukan maksud ku seperti itu tapi ki-“ “cukup aku tidak ingin mendengar kata apapun dari kamu,dari awal kita tidak pernah sepakat dan biar tetap seperti itu!” setelah mengatakan itu Kyla Kembali menolehkan kepala nya ke jendela. Michel tidak berani membalas perkataan Kyla lagi,dia tidak ingin membuat masalah menjadi lebih Panjang jika dia membalas perkataan Kyla. * “Re aku bosan.” Thalia menyandarkan kepala nya di bahu Regan,setelah kepergiaan Michel dan Kyla,Regan mendekati dan duduk di samping Thalia,pria itu mengelus rambut Thalia dengan pelan. “Mau nonton film?” Thalia menggeleng dia sedang tidak mood untuk menonton film sekarang. “Atau mau jalan jalan ke taman?” Thalia menoleh ke Regan dan mengangguk cepat,”mau” Regan mengangguk dia bangkit dan membantu Thalia untuk berdiri,”Hati hati.” Drt..Drt… Pergerakan Thalia terhenti mendengar suara telpon dari handphone Regan,”Re handphone kamu bunyi.” “Biarkan saja,mungkin dari teman ku.” “Bagaimana jika telpon itu penting? Kamu angkat dulu biar aku tunggu.” Thalia Kembali duduk di Kasur nya,Regan berjalan menuju handphone nya dan berdecak tidak suka saat melihat nama penghubung nya. Regan menunduk dan berjalan menjauh,dia tersenyum sebentar kepada Thalia dan keluar dari kamar. “Ada apa?” “Kamu tidak lupa kan hari ini kita harus ke pencetakan?” Regan menutup mata nya menahan kesal,”Aku sedang sibuk.” “Sibuk? Aku mencari kamu ke rumah sakit dan teman kamu bilang jika kamu tidak masuk lagi hari ini.Katakan di mana kamu sekarang?” “Tidak akan.” “tidak akan sulit aku menemukan kamu,lebih baik kamu katakan sekarang atau aku akan datang mengacak acak semua nya.” Regan hampir saja mengumpat kesal mendengar perkataan Bella. “Aku sedang merawat Thalia,dia habis kecelakaan.” “hm oke,kalau begitu aku akan bilang ke ibu kamu kalau kita besok saja pergi ke pencetakan nya karena kamu sedang merawat kekasih tercinta kamu itu.” “Kamu mengancam aku sekarang?” “Hahaha tidak,aku hanya mengatakan yang sebenarnya.” Regan mengepalkan tangan nya dengan marah,”Tunggu aku di sana 20 menit,aku akan pergi.” Setelah mengatakan itu Regan langsung memutuskan sambungan nya,dia menghela nafas nya menormalkan amarah nya. Regan membalikkan badan nya dan masuk ke dalam kamar inap Thalia,dia tersenyum melihat Thalia yang menunggu nya di atas Kasur nya. “ada apa Re?” Regan berjalan mendekati Thalia dan mengecup dahulu Thalia pelan,”maaf kan aku,seperti nya aku tidak menemani kamu jalan jalan,dokter baru saja menghubungi aku jika di rumah sakit sedang penuh.” Thalia mengangguk pelan,walau sebenarnya di agak kecewa tapi dia tidak bisa egois juga dalam hal ini. “Hati hati Re.” Regan mengangguk lalu tersenyum,dia menunduk dan mencium kening Thalia pelan.”Terimakasih sayang,aku akan Kembali jika sudak selesai.” * Ting Thalia mengambil handphone nya saat mendengar suara pesan masuk,dia mengkerutkan kening nya saat melihat pesan dari Bella,tunggu bagaimana Bella bisa mendapatkan nomor handphone nya? Bahkan itu sudah tersave di handphone Thalia. “Kamu penasaran kan Regan berada di mana sekarang?” Thalia hanya membaca pesan dari Bella tanpa niat membalas nya. Ting Thalia menoleh lagi dan melihat gambar yang di kirim Bella,terlihat jika dia bersama Regan di suatu tempat yang Thalia tidak tahu dimana itu.Thalia tetap tidak membalas pesan dari Bella. “Kamu bisa lihat story ku.” Pesan nya lagi,Thalia beralih melihat story Bella,terlihat tangan Wanita itu menggandeng tangan seseorang dengan tulisan finally. Thalia tersenyum pedih saat melihat tangan yang berada di gandengan Bella,dia sangat yakin jika tangan itu adalah milik Regan. “Kamu mau lihat lebih banyak?”  tulis nya lagi. “Tidak perlu,aku tidak peduli dengan imajinasi kamu seperti apa” Balas Thalia lalu menutup telpon nya,dia berusaha bangkit berjalan menuju jendela di kamar nya menatap pemandangan malam,hati nya terasa sesak melihat foto itu tapi dia tidak ingin lagi percaya jika itu foto dari Regan saat pria itu mengatakan jika dia akan bersama Thalia selama nya. * Michel masuk ke dalam ruangan Thalia dan melihat Wanita itu yang sedang melamun di dekat jendela. “Thalia,aku membawa buah untuk kamu.” Michel meletakkan plastik buah yang di bawa dan berjalan mendekati Thalia,dia mengelus rambut sepupu nya itu dengan lembut. “Apa yang kamu pikirkan?” tanya nya lembut,Thalia menoleh lalu menggeleng. “Tidak ada,aku hanya menatap jalanan di bawah saja.” “Benarkah? Kalau begitu aku potongkan buah untuk kamu.” Michel Kembali berjalan mengambil pisau dan memotong apel untuk Thalia. “Chel,kamu pernah merasa khawatir tentang sesuatu tapi di satu sisi kamu tidak ingin hal itu terjadi?” Michel terdiam lalu menoleh ke Michel yang masih menatap jalanan malam. “Hm tidak,jika aku merasa ragu akan hal itu aku akan memastikan hal itu.” Michel Kembali berjalan mendekati Thalia dan menyuapi Thalia buah yang telah di potong. “Kamu harus mencari dan memastikan ke khawatiran kamu itu daripada terjebak dalam keraguaan.” Thalia menatap Michel lurus,”Tapi aku takut jika aku mengetahui kebenaran itu akan menyakiti hati aku.” Michel tersenyum,dia mengelus tangan Thalia pelan.”Selama aku mengenal kamu,kamu bukanlah tipe orang yang hanya diam dalam ketakutan,terkadang kita harus mencari kebenaran itu,memang kita tidak tahu kebenaran itu akan seperti apa,apakah akan menyakiti hati kita atau sebalik nya.Tapi setidak nya itu membuat kita tidak khawatir lagi.” Thalia mendengarkan perkataan Michel dengan sungguh sungguh,sebenarnya dia ingin mencari kebenaran dari perkataan Bella tapi di satu sisi jika dia takut jika hal itu benar,dia takut jika suatu hari Regan akan meninggalkan nya dan memilih Bella di bandingkan diri nya. * Regan menatap bosan,dia hanya duduk diam membiarkan Bella yang memilih undangan nya. “Re menurut kamu ini bagus?” bella memperlihatkan beberapa model undangan untuk mereka. Regan menoleh lalu mengangguk,”Benarkah? Jika menurut kamu bagus aku akan mengambil ini.” Tidak berapa lama Bella Kembali dan duduk di samping Regan,dia mengamit tangan Regan dan membuat Regan terkejut,”Kamu ngapain?” Regan menggeser badan nya menjauh tapi Bella malah mendekati nya lagi. “Cuma mau kirim ke ibu kalau kita lagi bersama.” Setelah selesai memotret Bella mengirim nya,Regan tidak tahu Bella mengirim foto itu ke ibu atau ibu nya. “lihat ibu sangat suka dengan foto kita.” Bella menunjukkan pesan ibu nya kepada Regan,Regan menoleh sedikit lalu mengangguk. “Kamu tahu Re,untung saja ibu dan ayah masih mengizinkan kita untuk menikah setelah kejadian kemarin.” Bella sangat takut setelah kejadian kemarin dan untung nya orang tua nya masih percaya kepada nya. “Bukan nya bagus jika kita tidak jadi menikah?” Regan menyesal seharus nya kemarin dia lebih lugas mengatakan nya. “Kamu tahu Re,ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.” Bella menarik nafas nya,pandangan nya jatuh lurus menatap depan dengan kosong. “Sebenarnya aku bukan anak kandung dari kedua orang tua ku.” Regan melebarkan mata nya terkejut mendengar nya,”Tapi bagaimana mungkin?” Tanya Regan heran,mereka sudah bersama sejak kecil bagaimana bisa Bella bukan anak kandung dari kedua orang tua nya? Bella mengangguk pelan,”Orang tua ku sekarang sebenarnya tidak memiliki anak,mereka mengadopsi ku saat berumur 5 bulan.” “Bagaimana bisa kamu tahu jika kamu bukan anak kandung mereka?” Bella masih menatap kosong ke depan,mengetahui jika dia bukan anak kandung orang tua nya cukup menyakitkan untuk nya. “Saat itu aku pulang dari luar negeri karena libur semester,saat aku masuk ke ruangan kerja ayah aku melihat dokumen adopsi anak atas nama ku.” Bella menarik nafas nya,”Awal nya aku tidak mempercayai ini,tapi saat aku menanyakan ini ke ibu kamu,dia menceritakan semua nya.Aku sengaja tidak bertanya langsung ke mama dan papa agar mereka tidak terkejut.” “Lalu?” “Kata ibu kamu jika bisnis orang tua aku hampir bangkrut karena penipuan yang di lakukan salah satu orang kepercayaan nya.” Bella menoleh ke arah Regan lalu tersenyum,”Lalu ibu kamu menawarkan aku menikah dengan kamu sebagai syarat untuk orang tua kamu dapat memberikan dana suntikan ke perusahaan orang tua ku.” Regan terdiam,dia tidak mengerti dengan perkataan Bella.Bella yang melihat Regan yang bingung tertawa kecil,”Ternyata otak kamu pintar hanya untuk akademik,tapi permasalahan seperti saja kamu masih bingung.”  Sindir nya. “Ibu kamu bilang dengan cara kita menikah adalah satu satu nya cara membuat orang tua kamu bisa memberikan dana suntikan kepada perusahaan orang tua ku,investor akan curiga jika orang tua kamu memberikan dana yang besar jika tidak ada hubungan di antara kita.” Bella menundukkan kepala nya. “Saat itu aku sangat sedih mengetahui jika perusahaan mereka akan bangkrut,jadi aku menyetujui rencana ibu kamu untuk kita menikah.Aku ingin membalas jasa mereka selama ini dan itu alasan aku menerima nya.” Ah Regan paham sekarang,jadi sebenarnya pernikahan ini hanya karena permintaan dari ibu nya bukan dari orang tua Bella juga. “mama dan papa tahu aku menikah dengan kamu karena cinta,tanpa tahu alasan sebenarnya.” “Kenapa kamu mengatakan semua ini? Aku bisa saja mengatakan ini kepada orang tua kamu.” Bella tersenyum,”Aku yakin kamu tidak akan berani mengatakan itu.” Ucap nya tanpa ragu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN