PART 56 KHAWATIR

1072 Kata
Sepanjang perjalan Regan memikirkan cerita Bella,dia masih tidak menyangka jika Bella bukanlah anak kandung dari kedua orang tua nya sekarang.Sebenarnya Regan paham dengan kondisi Bella,Wanita itu pasti shock saat tahu jika dia bukan anak kandung orang tua nya di tambah perusahaan orang tua nya hampir bangkrut.Tapi Regan masih menyayangkan kenapa Bella menerima permintaan ibu nya begitu saja,jika dia bertanya hal ini kepada Regan,Regan akan membantu nya. Dan masalah utama di sini adalah kenapa ibu nya bersikeras menikah kan nya dengan Bella? Regan tahu pasti ibu nya tidak akan melakukan suatu hal jika tidak ada untung di dalam nya,tidak mungkin ibu nya setuju menikahkan mereka hanya karena ingin memberi suntikan dana ke perusahaan orang tua Bella tanpa mengharap imbalan sama sekali. Di tambah Regan belum lulus dari kuliah nya,ibu nya selalu mendorong nya untuk menyelesaikan kuliah ini dan meneruskan rumah sakit orang tua nya,tapi kenapa ibu nya berubah arah seperti ini? Dari kecil Regan memang tidak di beri wewenang untuk menentukan keinginan nya,semua tekanan yang di berikan ibu nya harus di terima Regan bahkan saat pernikahan nya pun dia harus di paksa dengan orang yang tidak di cintai. Apakah ibu nya menikahkan mereka untuk memisahkan dia dengan Thalia? Jika itu benar alasan ibu nya benar benar klise,Regan bahkan hampir tidak percaya jika seandai nya hal ini benar. Tok..tok.tok Regan masuk ke dalam kamar Thalia dengan membawa makanan kesukaan Thalia,terlihat Thalia yang menoleh ke arah nya sambil tersenyum lebar,dia merentangkan tangan nya menyambut Regan.Regan tersenyum geli melihat tingkah Thalia,dia baru tahu jika Wanita itu sedang sakit maka tingkat manja nya akan bertambah.Jika seperti ini bukankah lebih baik jika Thalia sakit setiap bulan nya? Regan berjalan mendekati Thalia dan memeluk nya erat. “ehem,jangan lupa di ruangan ini masih ada orang lain.” Regan melepas pelukan nya dan menoleh ke belakang,terlihat Michel yang sedang menonton televisi tanpa menoleh ke arah mereka.Regan tertawa kecil dia tidak sadar saat masuk tadi masih ada Michel di ruangan nya. “Kamu lapar? Aku membawakan makanan kesukaan kamu.” Regan mengambil bungkusan nasi yang telah dia beli,dan mulai menyuapi Thalia. Thalia tersenyum lebar dan menerima suapan Regan dengan lahap. “Bukan nya kamu sudah makan tadi?” Michel terkejut saat melihat Thalia yang makan dengan lahap,bahkan tadi Thalia bilang jika dia sudah kenyang tapi sekarang dia malah makan dengan lahap nya. “Aku masih lapar.” Jawab nya acuh dan Kembali menerima suapan dari Regan. “Bagaimana hasil rontgen tadi? Bagus?” “Tidak ada cedera serius,hanya perlu 2 hari menginap untuk pemulihan.” Thalia tersenyum senang,dia merasa tenang saat melihat hasil rontgen nya tadi. “Baiklah,aku akan menjemput kamu nanti.” “eh kamu nggak menemani aku di rumah sakit Re?” tanya Thalia penuh harap,Regan tersenyum lalu menggeleng. “Aku harus jaga,tidak bisa menemani kamu sepanjang hari,tapi saat aku selesai aku akan ke sini.” Thalia mengangguk kecewa,pria itu berbohong kepada nya lagi.Sebenarnya sebelum Regan Thalia telah menghubungi Revan mengenai ini dan pria itu bilang jika mereka mendapat jatah libur 1 minggu,tapi Regan bilang jika dia sangat sibuk. “Re,aku kangen kamu.” Thalia menyandarkan kepala nya di bahu Regan setelah selesai makan,tangan Regan dia sampirkan di pinggang Thalia,memeluk Wanita itu dari samping. “Aku juga kangen.” “Semenjak kamu co ass kita jadi jarang bertemu.” Lanjut nya,Regan mengangguk setuju sebenarnya dia juga sangat merindukan Thalia,tidak hampir setiap jam dia rindu Thalia. “Bagaimana jika aku intership nanti? Kamu juga bakal seperti ini?” Regan mengangkat badan Thalia untuk menatap nya,Thalia mengerucutkan bibir nya lucu. “Jika kamu intership nanti,aku akan terbiasa dengan sendiri nya.” Regan hanya tertawa mendengar perkataan Thalia.Pandangan nya jatuh ke arah kalung yang di pakai oleh Thalia.Kalung yang di beli khusus untuk Wanita itu,terlihat sangat indah di leher Thalia. Regan mengangkat tangan nya dan menyentuh kalung itu,”Jangan pernah di lepas ya Lia” Thalia menundukkan kepala nya melihat ke arah yang di maksud Regan. “Kalung ini memiliki banyak arti di dalam nya.” Thalia memandang Regan bingung tapi dia tetap mengangguk. * Regan membersihkan sofa tempat dia akan tidur malam ini,Michel akan pulang dan diri nya lah yang akan menjaga Thalia setelah ini tapi saat pagi dan siang Michel yang akan menjaga Thalia. “Regan,kamu tidak sibuk? Kita perlu bicara.” Regan mengangguk dan berjalan mengikuti Michel,mereka keluar menuju minimarket dan membeli kopi di sana. “Saat siang tadi,Thalia cerita ke aku.” Michel menyesap kopi americano nya,setelah pertengkaran nya dengan Kyla dia menjadi suka americano,mungkin rasa pahit nya mampu membuat Michel tenang. “cerita apa?” “Dia bilang dia khawatir akan sesuatu,aku tidak tahu apa yang menjadi ke khawatiran nya karena dia tidak mengatakan nya.” Michel Kembali mengesap kopi nya,”Dia terlihat sangat frustasi akan hal itu,aku ingin kamu untuk menghibur nya dan melupakan ke khawatiran nya itu.” Regan terdiam,dia takut sekarang.Apa yang menjadi ke khawatiran Thalia sekarang? “Kalian sudah lama pacaran,apakah kamu tidak ingin meneruskan hubungan ini ke arah lebih serius?” Tanya Michel tajam,Thalia sudah hampir lulus kuliah dia harus mulai memikirkan pernikahan. Regan menjadi kikuk seketika,”Hm mungkin setelah aku bekerja,saat ini kami hanya ingin menikmati hubungan kami.” Michel mengangguk,dia menyandarkan badan nya ke kursi,”apakah kalian pernah bertengkar?” Regan menggeleng,”Tidak pernah.” “baguslah,aku takut saat pertama kali kalian berpacaran jika Thalia akan sakit hati,tapi ternyata itu hanya ketakutan ku sendiri.” Michel tertawa geli saat mengingat diri nya yang sangat takut saat Thalia dan Regan yang berpacaran,dia tidak ingin jika Regan akan menyakiti nya,tapi sekarang dia tidak perlu khawatir akan hal itu. * Setelah berbicara dengan Michel Regan Kembali masuk ke dalam kamar Thalia,dia tersenyum melihat wajah tenang Thalia yang tertidur. Regan menunduk dan mengecup kening Thalia.”Aku tidak tahu apa yang kamu khawatirkan,tapi jika masalah itu aku harap kamu belum tahu.” Bisik Regan,jujur saja dia belum sanggup mengatakan hal ini kepada Thalia,dia tidak ingin membuat Wanita itu harus sedih melihat nya. Regan Kembali ke sofa nya dan membuka handphone nya,mereka mendapat jatah libur 1 minggu sebenarnya tapi Regan tidak bisa menggunakan nya dengan baik,karena Bella yang terus merengek untuk nya ikut dalam persiapan pernikahan mereka. Regan membuka berita dan mencari kebenaran perkataan Bella,dan ternyata yang Bella katakan itu benar,orang tua Bella hampir bangkrut karena penipuan. Regan menggusar rambut nya kasar,jika seperti ini dia juga tidak bisa menolak pernikahan mereka,dia tidak tega melihat perusahaan orang Bella yang di bangun dari nol tu hancur seketika hanya karena hal seperti ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN