Reina membeku. Dia bukan manusia tuli yang tak mendengar ucapan Alle tadi. 'Milikku', pria itu seakan sedang menyatakan bahwa dia adalah miliknya. Bukankah hanya sekedar cincin? Dia juga membenci dirinya? Tapi kenapa Alle mengatakan hal tak masuk akal itu? Reina terus memutar otak, mencari logika yang mungkin dia temukan. "Kenapa kau tidak membatalkan janji itu?" Suara dalam Alle, terdengar menyimpan amarah. "Maaf, aku lupa." Jawaban singkat yang membuat Alle semakin naik darah. Dia bisa melihat sorot mata Alvin yang tak bisa dianggap remeh. Seakan meneriakkan ancaman yang kuat dan cara dia memandang Reina, Alle bisa merasakan sebesar apa keinginan pria itu untuk bisa memiliki wanita di sampingnya. Tidak! Reina adalah miliknya. Dia harus bisa menjauhkan Alvin sebelum semuanya terlambat

