Ruang berdinding bening menjadi perhatian para karyawan. Bagaimana tidak, sedari tadi Reina mondar-mandir di depan meja kerjanya. Semua mulai bertanya tentang apa yang ada di dalam otak wanita jutek itu. Setelah sekian lamanya, kini mereka menjadi saksi perubahan sikap Atasannya dari hari ke hari. Alvin mengerutkan kening. Sepertinya dia pun memikirkan hal yang sama. Wanita incarannya seakan berjalan dengan beban berat di pundak. Pria itu memutar ingatannya pada beberapa jam yang lalu, dimana Reina menggeret dia untuk bersembunyi. Bersembunyi, dari siapa? Itu jadi tanya yang butuh jawaban secepatnya. Mungkin saja itu yang menjadi akar dari masalah Reina. Alvin membiarkan otaknya bekerja keras. Namun hasilnya, tetap nihil. "Dia kenapa? Apa ada masalah dengan laporan pajaknya?" tanya Alvin

