Chapter 17. Tipu Daya

1438 Kata

Reina menyunggingkan senyum culas di bibir penuhnya karena telah berhasil menaklukkan pria arogan itu. Tawa kemenangan terdengar keras dalam dadanya. Dia bukan wanita lemah. Jika cara kasar tak berhasil, air mata buaya adalah pilihan terakhir untuk menyingkirkan Alle dari jalannya. Cukup untuk akting hari ini. Reina mendorong raga Alle perlahan dan benar, pria itu melepasnya tanpa ragu. Sebuah tipu daya dengan kesuksesan besar. CEO yang terkenal mahir dalam menilai sikap, ternyata nol besar di hadapan Reina. "Saya permisi dulu," ucapnya yang lantas meninggalkan pria itu dalam kebimbangan. Sungguh dia tak peduli dengan hari esok. Terlepas dari cengkeraman singa, sudah merupakan keberuntungan besar baginya. Reina melajukan mobil dengan tawa kecil. Euforia atas kemenangannya harus diraya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN