Chapter 25. Sweet CEO

1505 Kata

Tiga puluh menit sudah dia menanti seperti orang bodoh. Akan tetapi, wanita itu tak kunjung keluar dari sarangnya. Alunan musik yang mengalun lewat headset, tak bisa membuatnya tenang. Akankah Reina bersama pria itu? Ah, pikiran buruk itu berputar-putar di benaknya. Mencoba untuk menumpulkan sisi waras yang dia pupuk selama ini. Setelah penantian panjang. Ketukan heels mulai terdengar mendekati freed yang terparkir tepat di hadapannya. Alarm berbunyi, sebuah pertanda si pemilik telah mendekat. Tanpa pikir panjang, pria itu keluar dari kursi kemudi untuk menghampiri dia, yang dinanti. Satu tarikan berhasil membawa tubuh Reina mendekat hingga tak berjarak. Alle meneliti mata indah itu. Menyusup seakan ingin menemukan sorot mata yang dulu pernah dilihatnya. Sorot mata sayu, lemah dan manja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN