Lena mengamati daftar contoh resep di tangannya dengan kening berkerut. Membaca satu persatu kalimat yang tersusun di beberapa lembar kertas yang baru saja diberikan oleh Meera padanya seperti sedang membaca tagihan kartu kredit yang mana dia tidak merasa membeli semua barang-barang belanjaan yang tertera di atas kertas itu. Wanita itu bertubuh kecil, hidung kecil dan memiliki rahang panjang. Rambutnya lurus dan sedikit. Dia mengikatnya dengan gaya sanggul yang membuat penampilan wajahnya seperti pramugari yang baru saja keluar dari pesawat yang atapnya bocor di tengah hujan badai. “Jadi, kamu bisa mengatasinya, kan?” celutuk Meera dengan hati-hati. “Aku tahu kamu bisa melakukannya. Resep itu, nggak terlalu rumit bukan?” Lena melirik Meera dari atas kertas, matanya jelas mengatakan seba

