Baru saja jam masuk kantor dimulai, Si Kukang versi Kilio itu sudah mulai mencari-cari kesalahan Meera. Pak Yuko berada di ruangannya. Ruangan sempit dengan dinding kaca, dan meja yang dipenuhi oleh berkas-berkas seperti meja asisten pengacara yang sedang menangani kasus perdata yang rumit dan menghabiskan waktu bertahun-tahun sidang. Ada satu set meja kursi di ruangan itu. Usang dan berwarna cokelat dengan permukaan kursi yang mengelupas di ujung-ujung pegangannya. Jendela yang mengarah ke belakang gedung dan tampak tidak pernah dibuka. Debu menempel tebal di sekitar bingkainya. Sebuah kulkas kecil di sudut ruangan, dan Meera tidak ingin memikirkan apa saja yang disimpan Si Kukang versi Kilio di dalam situ. Secara kesuluruhan, ruangan itu menggambarkan seperti apa pemiliknya. Sempit, ko

