Bab 26 : Perjalanan Dan Silat Lidah

1544 Kata

Meera menatap Gyan dari ujung helm sampai ujung kakinya yang mengenakan sepatu bot pendek dan bertali. Terlihat serpihan debu pada permukaan sepatu berwarna cokelat s**u itu. Sepatu yang sama, yang kapan hari dikenakan oleh Gyan saat Meera berkunjung ke Heigenz untuk mengibarkan bendera perang yang berakhir dengan gencatan senjata. Sepertinya pria itu baru saja kembali dari perjalanan proyeknya. Dan mendadak muncul di hadapan Meera di pelataran gedung Blue Bubble. “Gimana?” tanya Meera kemudian, seolah dia tidak mendengar kalimat ajakan Gyan. “Kamu, ikut aku,” balas Gyan dengan ekpresi wajah yang sama sekali tidak menyadari keanehan dari kalimat yang baru saja dia katakan itu. “Apa?” ulang Meera. “Ya ampun, Meera. Ayo ikut aku. Kamu-ikut-aku!” Gyan sampai menggunakan telunjuknya sebag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN