“Gie, udah duduk dan diem aja, deh,” seru Meera memperingatkan. Dia kembali menginjak pedal gas dan mobil kembali berjalan. Untung saja tidak ada kendaraan yang terlalu dekat dengannya ketika dia berhenti mendadak di tengah jalan. Kenapa sih, Gyan mengulang-ulang kalimat yang sering dia tanyakan ketika mereka masih mahasiswa? Seolah mereka masih berada di masa lalu saja. “Ya kenapa pula kamu mendadak injak rem. Memang aku kenapa, sih? Sampai kamu sebel kayak gitu? Beban banget emang kasih tumpangan aku di mobilmu?” balas Gyan. Meera hanya menarik napas dan menggelengkan kepalanya. “Kita udah mau sampai di tol, jadi ke mana tujuan kita?” tanya Meera mengalihkan topik. “Masuk tol aja dulu, nanti aku pandu,” balas Gyan mengesalkan. Seolah takut Meera akan menurunkannya di tepi jalan sete

