Meera memandang Gyan dengan pandangan tidak fokus, lalu gadis itu bertanya. “Kamu siapa? Kenapa kamu memelototiku?” “Aku,” selama sesaat, Gyan terdiam. Sepertinya Meera benar-benar sedang mabuk sehingga tidak mengenalinya. “Meera,” panggil Gyan dengan pelan. “Ya, tunggu, sepertinya aku mengenalmu!” Mendadak Meera menunjuk wajah Gyan. Gyan buru-buru menatap ke arah meja bar tempat teman-temannya sedang mengobrol. Meja itu terlalu jauh dari tempatnya berdiri dan di punggungi oleh tiang di bar yang cukup besar. “Meera, kamu mabuk. Dengan siapa kamu ke sini?” tanya Gyan kemudian. Meera tergelak ringan saat mendengar pertanyaan itu. “Kenapa aku perlu membutuhkan teman kalau hanya ingin mabuk? Omong-omong, aku sama sekali nggak mabuk, kok,” balas Meera dengan suaranya yang serak dan menga

