Meera turun setelah dua puluh menit kemudian. Dia memang sengaja berlama-lama untuk membuat Gyan kesal. Langit sudah gelap dan trotoar di depan flat sudah sepi dari pejalan kaki. Di bawah naungan pohon yang rindang, tampak Gyan berdiri di dekat mobilnya yang diparkir. Dia mengenakan pakaian kasual, jin dan sweter berlengan panjang yang bagian lengannya ditarik sampai ke siku. Di bawah naungan pohon yang memblokir cahaya lampu jalan kepadanya, Gyan tampak begitu muda. Seperti Gyan milik Meera saat mereka masih sama-sama menjadi mahasiswa. “Lama banget, flatnya kebanjiran? Kunci pintu lift-nya tenggelam?” tanggap Gyan dengan pandangan sedikit kesal. “Betul. Dan aku nggak punya Jack buat nyelam dan cari kunci,” balas Meera sambil melipat tangan di d**a. Meneruskan sindiran Gyan tentang sa

