Dua Saudara

2397 Kata

. Sementara itu, Di barak militer Benang Merah. Naviza duduk di atas batu besar dengan bersila. Pedangnya masih siaga, menghunus ke bawah, menancap pada batu itu dan gagangnya menjadi penyangga tubuhnya. Rambutnya digulung ke atas dengan beberapa helai yang jatuh berantakan. Wajahnya kotor dan matanya terlihat lelah. Pakaiannya baik-baik saja, tidak ada yang tersayat apalagi berdarah. Ia duduk termenung di sana, mengawasi dari garis belakang terhadap apa yang sedang terjadi di depan. Kedua pasukan saling mundur dan menghentikan bentrok. Benang Merah yang lebih dulu menarik pasukan agar berhenti dan mengambil jeda istirahat. Komando itu justru disambut lebih cepat oleh pihak Zakaffa yang segera berlari mundur. Berbondong-bondong mereka menarik mundur pasukan untuk masuk ke dalam benteng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN