Chapter 3

1302 Kata
Happy Readingg!.. “Pulang kuliah nanti bawa Gebriya kesini Zhan.” Perintah sang mamah. “Males mah, suruh aja tuh orang dateng sendiri kesini, lagian ngapain sih mah nyuruh dia kesini?” Kata Erzhan seraya merapikan rambutnya. “Biar kamu makin dekat dengan Gebriya Zhan, kasian dia daripada sendirian di rumahnya mending dia main kesini.” Balas Nayara. Erzhan mengangguk pelan, “Enggak janji,” Nayara menatap tajam ke arah Erzhan, “Kamu itu kenapa sih susah banget nurut, susah dibilangin?” “Udah Gen nya begini ya susah juga buat dihilangin, yaudah Erzhan berangkat dulu mah.” Erzhan melangkah keluar rumah, ia melajukan motornya menuju kampus. Saat ingin memasuki kelas Erzhan melihat Argan sedang mengobrol sama seorang mahasiswa, Erzhan sudah tak heran dengan kelakuan playboy Argan. Memang sih Argan memiliki wajah yang tampan, tubuhnya wangi dan juga dompetnya wangi uang haha. “Pokoknya nanti harus jadi ya sayang,” ucap mahasiswi itu sembari pergi dari Argan. “Pasti dong sayang.” Balas Argan dengan mengedipkan matanya. Erzhan menggelengkan kepalanya, “Cewe mana lagi Ar yang lo jadiin tumbal.” Tanya Erzhan saat melihat cewe yang berbeda dengan cewe yang Argan ajak nonton minggu kemaren. “Maba dia haha,” Jawab Argan. “Wkwk kasian tuh cewe kena jebakan batmen.” Erzhan tertawa kecil. “Arganteng hmm pulang nanti nonton yuk,” Ajak seorang mahasiswi yang tiba-tiba berada dibelakang Argan dan Erzhan. “Ehh sicantikk… hhmm aduhh jadwal gue hari ini udah full. Gimana kalau besok aja?” Jawab Argan. Mahasiswa itu mengangguk cepat dengan wajah yang bahagia, “Oke besok aku tunggu di gerbang ya Arganteng,” “Siapp cantikk,” Balas Argan dengan mengedipkan matanya lagi dan lagi. “Ohh Ayolah Ar! Ilangin sifat playboy lo! Fokusin sama 1 cewe kena karma aja lo.” Ujar Erzhan memasuki kelasnya. Argan mengikuti langkah Erzhan yang memasuki kelas dengan tertawa. Jam mata kuliah telah berakhir, seperti biasa mereka pasti akan berkumpul entah dimana dan kemana. “Gue nyusul ya nanti sharelock aja dimana kalian main, gue duluan.” Ucap Erzhan yang langsung pergi begitu saja. **** Brruumm… Brummm…. Suara decitan motor mendekati seorang gadis cantik yang sedang berdiri sendirian di gerbang kampus. “Naik!” Kata Erzhan datar. Gebriya menggelengkan kepalanya dengan cepat, “Engga usah, gue bisa balik sendiri.” “Dih engga usah kepedean! yang bilang mau nganterin lo balik siapa? Ogah banget gue nganterin lo balik.” Ujar Erzhan sinis. “Lah tadi lo nyuruh gue naik motor lo kan?” Balasnya. Erzhan tersenyum miring, “Dasar cewek ceroboh! Gue nyuruh lo naik karena mamah minta lo main ke rumah sekarang.” “Hah? Kerumah lo? Ngapain?” Tanya Gebriya heran. Erzhan mengangkat kedua bahunya. “Entahlah, mungkin mamah mau nyuruh lo nyapu sama ngepel, kebetulan ART di rumah gue pada pulang kampung.” Gebriya memutar malas kedua matanya, “Gue sibuk! Lain kali aja gue ketemu tante Nayara.” “Enggatau terimakasih lo, Cepet naik! Perintah orangtua jangan dibantah!” Ucap Tegas Erzhan. Gebriya mengehentakkan kakinya ia pun segera naik ke motor Erzhan, dengan sangat terpaksa ia harus main dulu ke rumah Erzhan. “Turun!” Ucapnya dingin. “Gue masih punya akal, kalau udah sampe ya pasti turunlah.” Balas Gebriya sembari turun dari motor Erzhan. Gebriya masuk kedalam rumah besar Erzhan, ia segera menghampiri tante Nayara. “Halo tante.” “Eh sayang sudah datang, loh Erzhannya mana Briy?” Tanya Nayara yang tidak melihat Erzhan dibelakang Gebriya. “Entah tan, tadi pas aku turun dari motornya dia langsung pergi lagi engga tau kemana.” Jawabnya. Gebriya dengan tante Nayara sedang sibuk membuat kue di dapur, Nayara sengaja menyuruh Gebriya main kerumah karena kasihan jika Gebriya sendirian dirumah, meski ada ART di rumah Gebriya namun tetap saja kasihan Gebriya. “Ini tuh cookies kesukaannya Erzhan Briy, dia selalu menghabiskan jika tante membuat cookies ini.” Ujar Nayara. Gebriya mengigit bibir bawahnya, “Hhmmm… tante Naya emang perjodohan itu harus banget dilaksanain ya tan?” Tanya Gebriya dengan sedikit takut. “Kenapa emangnya Briy?” Tanya Nayara bingung. Nayara menarik tangan Gebriya untuk duduk di sofa, “Sebuah wasiat memang harus dijalankan, perjodohan ini sebuah wasiat ayah kamu saat itu. Tante paham kamu dan Erzhan belum saling sayang dan mencintai, tapi tante yakin seiring berjalannya waktu kamu dan Erzhan akan saling sayang dan cinta.” “Tapii Briya takut tan.”ujar nya sambil menunduk. Nayara mengelus rambut Gebriya, “Apa yang kamu takutkan sayang?” “Briya takut untuk kedepannya tidak seperti yang ayah kira, Briya takut semuanya tidak berjalan seperti yang Ayah, tante dan om bayangkan.” Sambungnya. Nayara memeluk erat Gebriya, ia sudah menganggap Gebriya seperti anaknya sendiri. Nayara mengelus-elus pundak Gebriya, “Engga usah takut Briy, ada tante yang selalu ada disamping kamu.” "Erzhan engga nerima keberadaan Briya tan. dia bener-bener benci sama aku." Cicit Gebriya lesu. "Dia engga benci kamu, tapi Erzhan sedang beradaptasi dengan keadaan saat ini." Ujar Nayara seraya menyelipkan helaian rambut Gebriya kebelakang telinga. "kalau sampai kapanpun Erzhan gak bisa nerima Gebriya gimana tan?" Tanyanya pada Nayara. Nayara mengulas senyumannya. "Gak mungkin. Suatu saat pasti dia bisa nerima kehadiran kamu. Kamu gak perlu takut karna ada om sama tante yang terus memperingati Erzhan." Malam hari. Malam ini Erzhan sedang merenungkan kembali tentang perjodohan itu. Ia kini berjalan menghampiri Rafaizan yang berada di halaman belakang rumahnya. “Bang…” Erzhan menghampiri Rafa. “Hmm?” Respon Rafa yang masih menatap layar laptopnya. “kalau lo jadi gue, lo bakal terima itu perjodohannya ga?” Tanya Erzhan dengan sangat serius. “Engga bakal gue terimalah, gue bakal kabur dari rumah ini.” jawabnya asal. Erzhan berdecak kesal ia tau Rafa sedang membohonginya, “Bang gue serius.” “Lah bisa serius juga lo ternyata, kaget gue.” Ujar Rafa yang masih fokus dengan laptop yang ada dihadapannya itu. “RESE LO!” Balas Erzhan dengan kesal. Rafaizan tertawa kecil, “Gue bakal liat sikon dulu, gue bakal cari info latar belakang dari sebuah perjodohan itu apa, tujuan dalam perjodohan itu apa, apakah perjodohan itu membuahkan hasil yang baik atau buruk.” “Gue punya sebuah cerita, salah satu sahabatnya pacar gue dijodohkan, dengan rekan kerja ayahnya. Awal perjodohan itu karena bisnis yang gue engga terlalu paham gimana, dan setelah ditelusuri ternyata perjodohan itu berlatar belakang negative, untuk menghasilkan dampak yang hanya menguntungkan sebelah pihak, ya seperti hubungan parasitisme yang satu menguntungkan namun yang lain dirugikan.” Jelas Rafa. “Dan setelah mengetahui latar belakang itu langsung saja dibatalkan oleh sahabatnya pacar gue, yang kayak gitu layak untuk dibatalkan. Tapi saat gue liat latar belakang perjodohan lu ternyata tentang sebuah wasiat Zhan, lo tau kan kalau sebuah wasiat benar-benar harus dijalankan? Jadi kesimpulannya jika gue berada diposisi lo, gue terima perjodohan itu karena gue tau mamah papah banyak berhutang budi dengan keluarga om Gira,” Sambungnya. “Tapi gue masih punya Lora bang, gue sayang dan cinta banget sama Lora.” Ujar Erzham dengan sedikit sedih. Rafa menutup laptopnya dan menghadap ke Erzhan, “Iya gue paham soal itu, gue tau lo pasti susah untuk menerima Gebriya sebagai calon lo nanti. Memang membuka hati untuk seseorang yang baru sangatlah sulit, tapi dengan nerima perjodohan ini sama aja membuat papah sama mamah senang Zhan, lo tau kan kalau kita membuat kedua orangtua bahagia pasti akan dapat balasan yang luar biasa.” Erzhan melamun mencerna kata-kata Rafa, namun tetap saja ia tak bisa, Erzan benar-benar tak bisa meninggalkan Lora seseorang yang sangat-sangat erzhan sayangi. “Hmm brarti sahabatnya ka Zaina udah hidup bahagia dengan kekasihnya ya bang?” Tanya Erzhan penasaran. Rafaizan tersenyum, “Dia udah meninggal Zhan, namanya Biantara diusianya yang baru 23 tahun dia kecelakaan tabrak lari hingga kehilangan nyawanya. Begitulah hidup umur, rezeki, jodoh engga ada yang tau, hari ini sehat belum tentu besok masih ada.” Thankyou for reading
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN