Chapter 2

2275 Kata
Happy Reading.. Jam 8 pagi ini Erzhan sudah rapih-rapih untuk berangkat ke kampusnya, ia menuruni anak tangga dan menuju ke meja makan. “Roti apa nasi goreng?” Tanya Nayara. “Sate.” Jawabnya asal. “Yaudah cari sana sendiri.” Ucap Nayara dengan tatapan tajam. “Iyaa iyaaa roti coklat aja.” Nayara mengoleskan selai coklat ke roti, “Nanti sehabis kuliah langsung pulang! Jangan kelayapan kemana-mana! Kamu harus ketemu Gebriya sepulang kuliah nanti.” “Engga janji.” Jawabnya sembari menerima roti coklat itu. “Susah banget dibilangin lo jadi manusia!” Ucap Rafa. “Erzhan siang ini jangan kemana-mana! Pulang kuliah langsung pulang! Awas kamu berani kabur siang nanti.” Kata Erga yang tiba-tiba datang. “Males ah ketemu itu cewe, mending mancing ikan.” Jawab Erzhan. Papah mengambil kunci motor Erzhan, “Oh udah siap ini motor papah sita?” Erzhan melotot ketika kunci motornya sudah berada di tangan papahnya, “Pahh balikin kunci motor Erzhan pah, nanti Erzhan naik apa ke kampus? Lagian juga Erzhan masih kuliah udah dijodoh-jodohin aja, nanti aja Erzhan nikahnya 5 tahun lagi sama Lora.” “Dih mending Lora nya mau sama lo, udah nurut aja apa Zhan! Bandel banget lo dibilangin, pantes aja lo dapet karmanya kayak gini.” Erzhan menghembuskan napasnya. “Iyaa! Nanti Erzhan langsung pulang selepas kuliah.” Jawabnya yang sangat terpaksa. Papah mengembalikan kunci motor Erzhan, “Awas ya kalau kamu berani kabur nanti, bukan hanya motor yang papah sita tapi juga kamar kamu, biar kamu tidur digudang.” ***** Erzhan sedang menuju kelasnya bersama dengan temannya Kennard Randika. Kennard Randika seorang laki-laki tampan, ia merupakan anak tunggal kaya raya. Kennard sahabat baik Erzhan, ia pandai dan suka menolong. Banyak para wanita yang mengincarnya  Namun tak ada satupun yang Kennard terima, saat ini hanya Kennard yang tidak memiliki kekasih diantara para sahabat-sahabatnya. Byurr… Lengan Erzhan basah terkena minuman seorang mahasiswi yang tersandung, akibat menginjak tali sepatunya sendiri. “Arggh! Engga punya mata apa lo?” Kata Erzhan yang sedikit kesal karena lengannya menjadi lengket terkena minuman itu. “Maaf-maaf gue engga sengaja, tiba-tiba tali sepatu gue lepas.” Ucap mahasiswi itu. “Dasar ceroboh!” Erzhan segera pergi menuju kelasnya diikuti oleh Kennard. Di kelas “Dari mata kuliah pertama tadi lo diem aja Zhan, ngapa lo?” Tanya Argan. Argan kalandra seorang laki-laki cool namun Argan merupakan playboy yang memiliki banyak pacar, dengan sekali kedipan Argan bisa membuat para wanita klepek-kelpek. ia juga sahabat Erzhan. Tidak ada jawaban dari Erzhan membuat Argan semakin bingung. Kennard tertawa kecil sambil menepuk-nepuk pundak Erzhan, “Engga sengaja dia Zhan.” “Engga sengaja? Hah? Apasih maksudnya?” Tanya Argan terhadap Kennard. “Tadi pagi ada cewe hampir jatuh gara-gara nginjek tali sepatunya yang lepas, cewe itu bawa minum eh tumpah ke lengan Erzhan.” Jelas Kennard. Nindya tertawa sangat keras. “Pasti mukanya Erzhan sangar banget tuh,” Nindya Celia seorang perempuan cantik dan pemberani merupakan kekasih dari Gerald, kemana pun Gerald pergi pasti ia selalu mengajak Nindya selalu bersamanya. Nindya sudah dianggap adik oleh Erzhan, Kennard dan Argan mereka bertiga selalu menjaga Nindya dari marabahaya. Begitupun dengan Lora, Lora juga dianggap Adik dengan mereka. Nindya dengan Lora berteman sangat baik, mereka menjadi dekat saat Nindya berpacaran dengan Gerald. Darisitu Nindya dan Lora menjadi semakin akrab meski mereka berbeda kelas, dan mereka berdua pun menjadi sahabat sejati. “Rasain!” ucap Gerald. Gerald Ganendra seorang laki-laki tampan yang sangat berbeda dengan Argan, Gerald memiliki kepribadian yang cuek, jutek dan dingin. Namun sekalinya marah membuat semua orang takut, dengan perkataan nya sangat amat nyelekit. Meski sikapnya yang begini, Ia memiliki seorang kekasih yang sangat cantik dan pemberani. Gerald juga sahabat dari Erzhan. Geng Liars Devils adalah sebutan geng Erzhan, dimana didalamnya terdapat. Erzhan sebagai ketua geng, Nindya sebagai Queen, Lora sebagai Angels, Argan sebagai raja buaya, Kennard si jomblo ngenes abadi dan Gerald si kulkas 18 pintu. Mereka semua satu kelas, dan mereka selalu bersama-sama kemana dan dimanapun. Erzhan masih terdiam, ia sebenarnya tidak memikirkan kejadian tadi pagi. Namun ia sedang pusing dengan perjodohan itu, mana nanti siang ia harus bertemu dengan Gebriya. Jam kuliah sudah selesai, biasanya ketika pulang kampus ia sering kelayapan kemana-mana bersama para sahabatnya. Namun mau tidak mau hari ini Erzhan harus pulang tepat waktu, kalau tidak bisa-bisa ia tidur di gudang. “Kemana nih enaknya?” Tanya Kennard. “Langsung aja ke rumah lo Nard!” Jawab Argan. Memang rumah megah bak istana Kennard dijadikan markas mereka ketika berkumpul. “Gue engga ikut dulu.” Kata Erzhan sembari memakai helmnya. “Lah tumben, ngapa lo?” Tanya Argan. “Kepo lo!” Jawab Erzhan langsung melajukan motornya. Mereka yakin kalau Erzhan akan ke rumah sakit untuk menjengguk Lora, mereka semua sudah hapal dengan kegiatan Erzhan yang setiap hari ke rumah sakit. Namun mereka dibuat bingung karena biasanya Erzhan menjengguk Lora pada sore atau malam hari, tetapi siang ini Erzhan sudah pergi kesana. Erzhan melangkahkan kakinya memasuki rumah, sambil memutar-mutar kunci motor di jarinya. Saat masuk ia dibuat kaget dengan kehadiran seorang wanita, Erzhan melotot tak percaya saat melihat wanita itu duduk di samping mamahnya. “Eh cewe ceroboh ngapain lo disini?” Tanya Erzhan dengan tatapan tajam. Wanita itu sangat kaget dengan kedatangan Erzan,wanita itu mengerutkan keningnya, “LO?” “Iya! Gue cowo tadi pagi yang lo siram pake minuman lo.” Ucap Erzan kesal. “Erzhan!! Yang sopan kamu sama tamu!” Ujar Nayara. Erzhan memutar kedua matanya malas ia ingin pergi dari situ namun di tahan oleh Nayara. “Erzhan ini Gebriya Aurora calon kamu, kamu temanin dia disini!” Perintah sang mamah. Mendengar itu membuat Erzhan merinding setengah badan, ternyata mahasiswi yang menumpahkan minuman ke lengannya adalah Gebriya. “Jadi ini Gebriya? Erzhan ogah dijodohin sama orang ceroboh kayak dia!” Ujar Erzhan yang langsung mendapat pukulan dari sang mamah. “Gue kan udah minta maaf sama lo! lagipula yang kena kan lengan lo doang, engga kena baju lo sama sekali!” Kata Gebriya. “Jadi kalian udah saling kenal? Bagus deh kalau begitu. Hmm Erzhan temanin Briya! Kalian ngobrol-ngobrol ya biar makin akrab.” Ujar Nayara berdiri dari duduknya. “Tapi mahh…” Wajah Erzhan melas. “Engga ada tapi-tapian! Pilih mana Temenin atau tidur di gudang?” Ancam sang mamah. Erzhan berdecak kesal, mau tidak mau ia harus menemani Gebriya daripada ia harus tidur di gudang. Dengan wajah yang sangat kesal dan tatapan tajam melihat Gebriya, ia memperhatikan Gebriya dari atas sampai bawah. Gebriya merasa risih diliatin seperti itu sama Erzhan, “Engga usah ngeliatin terus, gue colok mata lo tau rasa lo!” Erzhan tersenyum miring, “Dih engga usah sok galak lo! Engga bakal takut gue sama lo!” Gebriya memutar kedua matanya malas, ia mengira akan dijodohkan oleh seorang pangeran tampan, baik hati, suka menolong namun ternyata sangat kebalikannya. Menurut Gebriya Erzhan sangat jauh dengan kategori yang ia idamkan. Sudah 2 jam Erzhan dan Gebriya berduaan, tidak ada pembicaraan apapun dari keduanya. Erzhan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 4 sore itu, segera bediri Ia ingin kerumah sakit. “Erzhan mau kemana kamu?” Tanya Nayara yang melihat Erzhan memakai jaket. “Biasa mah.” Jawab Erzhan. Nayara mengangguk, ia sudah paham dengan aktivitas Erzhan yang setiap sore atau malam akan ke rumah sakit. “Sekalian antar Gebriya kerumahnya Zhan!!” Perintah Nayara. “Ehh engga usah tante, Briya bisa pulang sendiri ko.” Kata Gebriya yang sangat tidak ingin diantar oleh Erzhan. “Bagusss, mamah liat kan dia bisa pulang sendiri? Erzhan ogah nganterin dia.” “Anterin Gebriya atau mamah aduin kamu ke papah! Kamu itu udah harus menjaga dan melindungi Gebriya, ingat dia itu cal-“ Erzhan bedecak kesal, “Iyaa.. iyaaa Erzhan anterin dia.” Jawabnya yang langsung keluar rumah menuju motornya. “Tantee udah tan Briya pulang sendiri aja, tante tenang aja Briya bisa ko pulang sendiri,” Gebriya memohon agar tidak diantar pulang oleh Erzhan. Nayara mengelus lembut rambut Gebriya, “Tante engga akan biarin kamu pulang sendirian sayang, udah gapapa kamu pulang diantar Erzhan ya? yuk tante temenin ke depan.” Erzhan melajukan motornya dengan lumayan kencang, membuat Gebriya sedikit takut. Pasalnya jalanan yang sangat-sangat ramai membuat Gebriya semakin dagdigdug. “Kalau mau mati jangan ngajak-ngajak orang!” Ucap Gebriya saat turun dari motor Erzhan. “Lemah segitu aja udah takut, eh inget ya gue nganterin lo karena terpaksa! Jadi engga usah kepedean dianterin pulang sama cowo ganteng.” Gebriya mengerutkan keningnya, ia celingak celinguk seperti mencari sesuatu. “Nyari apaan lo?” Tanya Erzhan bingung. “Yang lo maksud cowo ganteng yang mana? Ko gue engga ngeliat cowo ganteng ada disini.” Jawabnya. “Rese lo!” Erzhan langsung melajukan motornya pergi dari rumah Gebriya. Gebriya melangkahkan kakinya masuk ke rumahhnya yang sangat besar. Namun percuma bagi Gebriya mempunyai rumah besar ada kolam renangnya, namun tidak ada orangtuanya didalam rumah itu. ***** “Hai cantiknya Erzhan, lo engga kangen apa Ra sama gue?” Erzhan menatap dalam wajah Lora. “Hhmm… Lora gue udah ketemu sama dia, dia beda engga kayak lo Ra. Ayo Lora lawan semua ini, lo bangun dari koma lo dan gue akan bawa lo ke dia, biar semuanya tau engga ada yang bisa gantiin posisi lo dihati gue.” Ucap Erzhan mengelus tangan Lora. “Maaf Ra maaf karena malem itu gue sibuk balapan dan ngebiarin lo nyetir sendirian sampai lo diserang kayak gini.” Erzhan benar-benar sangat merasa bersalah. Sudah 2 jam Erzhan menemani Lora, “Gue pulang dulu ya cantik, tenang aja besok gue bakal kesini lagi dan gue harap besok lo udah sadar.” Erzhan kini menuju rumah Kennard karena teman-temannya masih berada di sana. Ia berjalan menuju halaman besar belakang rumah Kennard, dengan muka sedikit lesuh Erzhan duduk disebelah Argan. Yang kemudian menyalakan rokoknya dan menghembuskan asapnya. “Lo kenapa sih Zhan? Daritadi pagi diem aja muka lesuh, punya masalah berat lo?” Tanya Argan bingung melihat Erzhan yang tidak seperti biasanya. “Kangen.” Jawab Erzhan seraya menghembuskan kembali asap rokoknya. “Kangen sama gue Zhan? Tiap hati ketemu padahal.” Ledek Kennard. Erzhan memutar kedua matanya malas. “Gue kangen sama pacar gue, kangen kelakuan konyolnya, kapan ya dia sadar dari komanya.” Sambung Erzhan kembali. “Ngaku-ngaku pacar, Lora aja ogah sama lo Zhan.” Ucap Gerald datar. “wkwkwkk” “Hhhmm Zhan terus berdoa ya, gue yakin ko kalau Lora akan cepet sadar dari komanya. Gue juga kangen berat sama Lora, Lora cewe tertulus yang pernah gue temuin.” Kata Nindya dengan lembut. Gerald mengelus lembut pundak Nindya, ia paham jika Nindya sedih dengan keadaan Lora saat ini. Sudah 3 bulan lamanya Nindya tidak bermain dengan sahabatnya itu. “Pacaran aja terus!” kata Kennard dengan kesal. “Makanya cari pacar, muka doang ganteng pacar engga punya. Jangan-jangan lo hom-” Jawab Nindya tertawa. “HEH! Gue tendang lo ke rawa-rawa,” Ujar Kennard. “Lo mau gue tinju Nard?” Kata Gerald datar. “Dasar Bucin!” Omelnya. Malam hari. Brum… Brumm… Erzhan sudah siap berada diatas motornya, ia ingin balapan. Seperti itu Erzhan jika sedang pening, stress dan gila dia akan lampiaskan pada balapan. “Ekheem.” Suara deheman itu membuat Erzhan menoleh, ia memutar kedua matanya malas saat melihat sosok itu. Niatnya balapan untuk menghilangkan stress, eh si biang gila datang ke area sirkuit. “Gue mau tantang lo.” “Yakin? Engga takut kalah lagi? Udah nyiapin mental kalau kalah?” Kata Erzhan meledek. “Kita adu balap malam ini, siapapun yang kalah harus menjauhi Lora!” Ujar Revan menantangi. Erzhan tersenyum miring, “Demi Lora akan gue lakukan, kita liat siapa yang akan mundur!” Erzhan segera memakai helmnya. Kini Erzhan dan Revan sudah bersiap-siap pada garis startnya, dua musuh bebuyutan itu akan adu kejantannya. 1… 2… 3… Pritttttt Mulaiii… Erzhan yang benar-benar sangat emosi ia lampiaskan ke area balap itu, pikiran diotaknya mengenai perjodohan, Lora, orang stress Revan membuat Erzhan menambah kecepatan motornya. Tak peduli lagi dengan bahaya yang ia dapatkan, kecepatan tinggi motornya itu bisa saja membahayakan nyawanya. Namun ia tak menghiraukan itu, yang terpenting semua kekacauan yang ia miliki akan ia lampiaskan semuanya. Argan, Kennard, Nindya dan Gerald terlihat panik saat Erzhan menerima tantangan itu, meski Erzhan pembalap yang handal dan beberapa kali menang. Namun untuk saat ini para sahabatnya terlihat khawatir, mereka semua tau bahwa Erzhan sedang tidak baik-baik saja saat ini. Diujung sana sudah terlihat satu motor yang akan segera menuju garis finish, semua degdegan siapa yang akan menang dalam balapan malam ini. Brummm… Motor itu sudah sampai pada garis finish terlebih dahulu yang mengartikan dirinya menang, tidak lama kemudian ada susulan motor lawannya. Si pemenang melepaskan helmnya, dengan senyuman miringnya ia berkata. “Gue menang! Dan lo mulai detik ini mundur untuk mendapatkan Lora, jangan pernah lo muncul dan dateng ke kehidupan Lora!” “Lo curang!” kata si kalah. Ia tak terima kalah malam ini. “Tinggal terima kekalahan aja susah amat bos! Pergi lo sana, liat muka lo bikin gue kesel!” Argan, Kennard, Nindya dan Gerald segera menghampiri Erzhan, mereka semua tersenyum lebar karena pemenang malam ini ialah Erzhan Sagara. “Asikkk, congrast bro.” Argan tos ala laki-laki ke Erzhan. Nindya merangkul Erzhan yang masih diatas motor itu. “Emang selalu best ter the best deh bestfriend gue.” “Ini baru temen terbaik gue, mau nerima semua tantangan tanpa takut konsekuensinya. Hajar terus bos si crazy itu.” Sambung Kennard. “Salut gue.” Gerald menepuk-nepuk pundak Erzhan. Erzhan Sagara memang selalu memenangkan sebuah balapan motor, namun ia tak pernah sombong dengan kemampuan yang ia punya. Palingan sombong ke orang-orang yang suka cari masalah ke dia seperti Revan. Thankyou for Reading..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN