Irene merentangkan kedua tangannya tinggi di udara, memejamkan matanya seraya menarik napas panjang untuk menghirup udara segar yang berada di sekelilingnya. Wajahnya tampak ceria saat sorot matanya tertuju pada pemandangan hijau yang terbentang di depannya. Lantas dia mendongak ke atas, mengira-ngira berapa sisa jarak yang harus ditempuhnya agar bisa tiba di puncak gunung. Dia sudah tak sabar untuk melihat keindahan alam yang akan segera dia lihat dari puncak gunung yang sedang dia dan Reiki datangi ini. Raut wajah cerianya seketika sirna saat melirik ke arah Reiki yang tengah duduk di atas sebuah batu. Mencebik sebal dikala lagi-lagi mendapati suaminya itu tengah fokus pada layar smartphone-nya. Terhitung lebih dari lima kali mereka beristirahat selama pendakian itu. Dan semuanya ata

