“Malam, Sayang. Maaf, Tante ganggu, ya? Atha sudah tidur?” “Malam, Tante. Belum, Tan, baru mau tidur,” jawab Thalia sembari masuk ke dalam selimutnya. “Ada apa, Tante?” “Nggak ada apa-apa, Nak. Tante kangen masak bareng Atha lagi. Kapan Atha main ke rumah?” Thalia terkekeh. “Ah, Tante bisa aja. Belum tahu, Tante. Insyaallah kalau ada waktu, aku pasti main ke rumah. Aku juga kangen sama Tante dan Om.” Niken ikut tertawa di seberang sana. ”Atha mau ya, jadi menantu Tante?” “Eh?” Pipi Thalia memanas mendengar lamaran terselubung tersebut. Nada tak sabar dan penuh harap membuatnya ingin segera mengatakan 'ya'. Namun, saat mengangkat kepala, ia mengurungkan niatnya. Tampak ayahnya mendekat setelah mengetuk pintu. Bibirnya menyunggingkan senyuman tipis. “Hmm ... itu—” “Begini saja. Atha to

