48. The Deal

2010 Kata

“Mas? Ada apa ke sini? Siapa yang sakit?” tegur Attar kala melihat Costa seperti tengah menunggu seseorang di depan IGD. Untuk sementara waktu, ia memang lebih banyak bertugas merawat pasien gawat darurat sebelum menempuh pendidikan spesialisnya. “Kamu sibuk?” tanya Costa tanpa basa-basi. “Saya ingin mengajakmu makan siang.” “Ada apa gerangan? Tumben?”  “Saya perlu bicara.” Ia benar-benar melaksanakan niatnya merayu Attar karena sangat mengkhawatirkan Thalia. Gadis keras kepala itu luluh hanya dalam satu kali pertemuan dengan ayahnya. Bagaimana bila Thalia juga luluh oleh Alarik? Bahkan Thalia mengabaikan teleponnya dan mengaku mengobrol santai dengan cinta pertamanya itu. Sungguh sulit dipercaya! Attar melihat jam tangannya. “Saya cuma punya waktu setengah jam.” “Itu lebih dari cukup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN