Tidak ada yang benar-benar baru dalam hidup. Semuanya adalah siklus yang terus berulang, termasuk manisnya kisah cinta dan pahitnya patah hati. Setidaknya untuk Thalia sendiri. Hidup selalu memaksanya mengambil jalan baru setiap hari. Entah mau atau tidak, ia harus siap menghadapi kenyataan. Ia sampai tidak ingat lagi bagaimana rasanya putus cinta karena sudah terlalu sering mengalaminya. Baru kali ini dirinya yang meminta akhir dari seorang pria. Akan tetapi, kenapa sekeping hati di dalam sana rasanya sakit sekali? Dadanya kembali sesak. Bibirnya bergetar menahan tangis yang tidak kunjung reda. Apalagi bila mengingat kehangatan keluarga Costa. Keramahan Hamdan Wiratama membuatnya ingin ikut memanggil pria itu sebagai ayahnya. Sikap keibuan Niken membuatnya bermimpi bahwa wanita itu mam

