Bagian 32

2061 Kata

Setelah menerima telfon, Rara menghela nafas panjangnya. Hal itu membuat Chika dan Dika saling melempar tatapan satu sama lain. "Kenapa Ra?" tanya Chika memberanikan diri. "Kak Aldo katanya ngga bisa jemput," jawab Rara wajahnya sudah menekuk seperti cucian yang tidak disetrika. "Gimana kalo kita main aja? Udah lama loh kita ngga main," usul Dika. "Anak gue gimana?" Mereka kompak menatap Nalen yang asik dengan mainan gigitannya. "Bunda Inggit sibuk ngga?" Tangan Rara sudah melayang menempeleng kepala Dika, "Usul lu ngga guna anjir." "Katanya ngga boleh kekerasan di depan anak, lu sendiri nempeleng pala gue." "Sorry, gemes abisnya sama lu." "Kan lu juga ngga sering Ra. Bunda Inggit pasti nerima Nalen kok," tambah Chika ikut merayu Rara. Mereka ingin sejenak bermain seperti dulu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN