"Dik," panggil Chika ketika mobil Dika sudah terparkir di parkiran fakultasnya. Sedangkan fakultas Chika masih harus berjalan lagi. "Hm?" sahut Dika menolehkan kepalanya kearah Chika. "Jangan marah lagi ya," rengek Chika seraya menggoyangkan lengan Dika. Dika memutar kedua bola matanya, mana bisa dia marah lama dengan Chika. "Gue maafin. Lu tahukan maksud gue ngelarang lu jalan sama si cunguk itu?" "Ridwan Dik namanya," ujar Chika membenarkan nama temannya. "Ck, siapa kek yang penting dia aja." "Gue tanya sama lu," Chika mengubah posisinya menjadi menyamping, "Lu kenapa bisa bilang kalo Ridwan itu bukan anak baik?" "Lu kenal Edokan?" "Edo? Temen lu yang sekelas ama lu itukan?" tanya Chika balik memastikan. "Heeh." "Terus kenapa?" "Dia itu anaknya sering nongkrong di club. Jad

