Elang menghentikan motornya di parkiran sekolah, ia membuka helmnya kemudian menoleh pada seseorang di boncengannya. Pagi ini ia berangkat sekolah bersama Giska. "Turun Gis, udah sampe." Gadis itu mengerjab, ia mengangguk dan turun, tanpa berkata apa-apa Giska melangkah menuju kelas. Elang menatap Giska gemas. "Helmnya lepas dulu mbak," ujar Elang. Giska menoleh, ia memegang kepalanya yang masih di lapisi helm, gadis itu meringis kecil kemudian membuka helm itu dan memberikannya pada Elang. "Lupa, hehe," ujar Giska seraya menyengir. "Mangkanya jangan bengong terus, mikirin apa sih? Mikirin mantan?" tanya Elang. Giska menggeleng. "Mikirin lo," ucapnya tersenyum. Elang mematung. "Apa?" "Males ah, dasar b***t," kesal Giska kemudian pergi dari sana. Elang terkekeh, wajahnya memerah, i

