"Sayang, papa boleh masuk?" Jagat mengetuk pintu kamar Giska yang terbuka. "Masuk aja papa," jawab Giska. Gadis yang sedang tiduran itu merubah posisinya menjadi duduk. Jagat tersenyum kecil kemudian berjalan masuk dan duduk di pinggir ranjang. "Papa sayang Giska, Giska udah papa anggap anak papa sendiri," ucapan Jagat membuat kening Giska berkerut. "Tapi meskipun begitu kamu bukan anak kandung papa, kamu punya orang tua, dan itu bukan papa," ucap Jagat, nada bicaranya terdengar sedih. "Papa," panggil Giska pelan, ia memeluk Jagat. "Jangan ngomong gitu, papa itu papa aku! Aku anak papa!" Jagat tertawa, ia mengelus sayang puncak kepala Giska. "Papa senang kamu ada di sini, rumah besar ini jadi tidak hampa karna ada kamu." Pria itu tersenyum sendu. "Papa pengen kamu di sini selamanya,

