Part 41

1122 Kata

Giska diam, menatap pria yang mengenakan jaket jeans dan kaos hitam di depannya. Pria itu menatap Giska terkejut. "Gis, lo kok di sini?" Giska tidak menanggapi ucapan Andra, ia menoleh pada Luna. "Ini tunangan lo?" Luna mengangguk semangat. "Iya, kenalin ini Andra," Luna kemudian menatap Andra yang wajahnya sudah memucat. "Kita bakal tunangan dua hari lagi." "Iyakan sayang?" tanya Luna dengan senyum manis yang ia miliki. Andra tidak menjawab ia menatap Giska. "Gis, gue bisa jelasin," ujarnya panik. Giska tersenyum kecil. "Apa? Lo mau jelasin apa?" tanyanya. "Jelasin kalau selama ini lo cuman mainin perasaan gue?" "Gak perlu Ndra," gadis itu menghela nafas. "Makasih, lo udah nunjukin kalo diri lo lebih jahat di banding kak Aldo." "Giska!" bentak Andra, ia tidak suka jika di sama-sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN