Adel mengerutkan dahinya bingung, dia lalu tertawa tidak nyaman. “Maksud lo apa?” Rizal kemudian tersenyum, “Gue cuma ingin tahu, seandainya gue suka dan mau merebut lo dari Adit. Apakah gue punya kesempatan?” “Jangan bercanda ah, ngaco lo.” Adel lalu membuka pintu mobil dan berpamitan pada Rizal, sedangkan Rizal hanya terseyum dan melanjutkan perjalanannya pulang. Adel menghela napasnya masuk ke dalam rumah, dia sadar kalau Rizal menyukainya sejak dulu. Namun dia tidak pernah merasa terganggu atau terbebani karena Rizal sendiri tidak pernah secara langsung mengutarakan perasaannya. **** Keesokan paginya, Adel mau tidak mau membawa Raka bersamanya ke Rumah Sakit. Tidak ada yang menemaninya di rumah, dan sekolahnya hari ini sedang libur. Sontak semua orang yang melihatnya i

