"Sekarang mau lo apa?!" bentak Sheila. "Gue dan Airuz nggak ada apa apa. Kala lo lupa, dia juga adiknya Dewa. Nggak mungkin gue bakalan ngebet adik dari sahabat gue sendiri. Lo mikir matang-matang dong, Shei!" Gue balas membentak Sheila. "Jadi disini gue yang salah?!" Sheila mengangguk. "Seharusnya gue sadar kalau lo se-egois itu! Dari awal gue kenal lo, lo memang egois! Lo nggak pernah mikirin perasaan orang lain!" "Lo juga mau menang sendiri, Shei! Lo nggak pernah bisa terima alasan orang lain! Lo jarang menghargai orang! Trus disini lo nyalahin gue? Lo bisa mikir nggak, sih?!" Nafas gue memburu. Sheila juga sama. "Shei, gue mohon jangan memperbesar masalah. Bisa?" Sheila tertawa sumbang. "Memperbesar? Lo enak banget, sih, ngomong gitu?!" "Shei, ini hanya masalah kecil. Lo cembu

