Belgia

990 Kata
Kalah pasukan, Sean tidak bisa menahan serangan dari Rodeo, akhirnya Sean ditangkap oleh salah satu anak buah Rodeo dan tangannya diikat lalu dibawa menuju ruangan yang gelap gulita. Sean disekap diikat tangan dan kakinya dan bibirnya ditutup oleh lakban, tidak hanya itu Sean dipukul sampai pingsan. Rodeo tersenyum miring menatap Sean yang tergeletak lemas dia begitu senang melihat musuhnya benar-benar tidak berdaya seperti ini, sama seperti pembalasan yang dia lakukan atas perusahaannya yang hancur lebur. Meski hanya satu pabrik yang dibakar, tapi Rodeo mengalami kerugian besar walaupun tahun ini dia mendapatkan laba 4 kali lipat lebih banyak tapi tetap saja dia harus menanggung kerugian itu sendiri tidak hanya kerugian, beberapa vendor juga memutuskan hubungan dengan dia karena kebakaran pabrik itu. Rodeo merasa keluarga Sean sangatlah licik karena Sean sudah membuat perusahaannya hancur. Rodeo merasa keluarga Sean sudah menyalakan bendera perang, saat ini dia berpikir bahwa nyawa akan dibalas dengan nyawa. Rodeo juga kehilangan beberapa ratus pegawai, mereka luka-luka Dan beberapa ada juga yang meninggal dunia. Rodeo tidak bisa diam atas hal ini, menurutnya keluarga Sean sudah keterlaluan saatnya dia membalaskan dendamnya dengan cara yang sama, sebenarnya Rodeo bukan tipe orang yang suka bermain kotor seperti ini, dia tidak suka berbisnis seperti mafia, dia lebih suka untuk berbisnis yang bersih dan aman tapi ketika perusahaannya disenggol dengan buruk seperti ini, dia tidak akan segan-segan melakukan pembalasan yang sama. Rodeo menatap arlojinya, hari sudah mulai malam Dia memutuskan untuk meninggalkan Sean sendirian di gudang itu. Rencananya nya besok pagi dia akan memindahkan Sean ke kota Belgia, di sana dia akan menyekap Sean untuk waktu yang lama. Rodeo juga belum tahu apa yang dia inginkan dari keluarga Sean, dia sendiri tidak mengerti kenapa dia melakukan semua ini kepada Sean tapi yang jelas dia sangat marah dan ingin membalaskan dendamnya. Mungkin yang diinginkan Rodeo untuk saat ini dana yang cukup besar untuk mengganti rugi para karyawannya yang meninggal dan sakit, serta biaya pembangunan pabrik. Total semua adalah 800 billion dollar, jumlah itu sangat besar dan Rodeo ingin keluarga Sean menebus semuanya. Rodeo sama sekali tidak memberitahu keluarga Sean bahwa dia sedang menyekap Sean, dia membiarkan begitu saja Sean menghilang karena dia culik, dia ingin tahu apa reaksi keluarganya ketika Sean diculik. Bagi Rodeo, Sean tak cukup pintar dalam hal ini, buktinya saja dia bisa menangkap Sean dengan mudah. Bisa dibilang Sean sudah kalah telak dalam perkara ini, dari jumlah pengawalnya saja Rodeo memiliki pengawal yang jauh lebih banyak daripada Sean. Rodeo lebih dulu keluar di gudang lama itu, beberapa pengawalnya masih menunggu di gudang ini karena mereka menjaga Sean. Sedangkan pengawal Sean lainnya yang kesakitan mereka hajar habis-habisan sampai mati terbunuh. "Saya tidak mau tahu, besok saya kesini lagi semua sudah bersih. Tidak ada bekas noda darah satu tetes pun dan saya mau tidak ada yang tahu tentang kejadian hal ini. Kalau sampai ada orang lain yang tahu langsung saja Bunuh mereka." Rodeo mengucapkan hal itu kepada salah satu pengawalnya, memang dia sangat kejam karena saat ini ini yang dia pikirkan adalah kesuksesan bisnisnya, dia melakukan segala cara untuk bisa menang dari keluarga Sean. Bagaimanapun juga ini semua salah keluarga Sean, tidak seharusnya Arabelle memulai kecurangan dalam bisnis ini. Memang Rodeo telah memonopoli harga pasar, semua konsumen berlari kepada dia tapi itu semua adalah strategi bisnis yang Rodeo lakukan. Jika keluarga Sean menganggap Rodeo melakukan kecurangan itu salah besar, Rodeo melakukan semua ini karena dia ingin meraup keuntungan yang besar. Rodeo lalu meninggalkan gudang lama itu dia pergi ke rumah utamanya. Sedangkan Sean masih tergeletak lemas sembari semuanya diikat, kondisinya sangat mengenaskan bahkan bisa dibilang Sean hampir kehilangan nyawanya karena seluruh tubuhnya remuk berdarah dan memar. Saat tengah malam, Sean mulai sadar dan dia terbangun dari pingsannya, dia tidak melihat apapun di dalam ruangan gelap ini, satu hal yang dia lihat ada sedikit celah matahari dari jendela bagian atas, dia juga melihat sinar dari celah pintu yang bawah. Dia mengerjapkan matanya, saat Sean mencoba untuk bangun, seluruh tubuhnya merasa kesakitan. Dia merasa tidak bisa bangkit dan melakukan apapun, dia baru ingat tadi dia dipukuli oleh pengawal Rodeo. Sean berjalan tertatih menuju pintu dan dia berusaha untuk membukanya Tapi sayangnya tenaganya tidak kuat apalagi tangan dan kakinya terikat begini. Dia lalu mengintip dari celah pintu, ada banyak kaki di sana bayangan kaki itu adalah kaki pengawal Rodeo yang masih berjaga di depan. Sean merasa kesakitan dan kelelahan Sampai akhirnya dia memilih untuk merebahkan diri dan tertidur dilantai. Saat Sean merogoh saku jasnya, dia tidak bisa menemukan ponselnya sudah pasti Rodeo yang mengambil ponselnya. Sean mengerang kesal, ini sudah termasuk tindakan kriminal yang dilakukan oleh Rodeo. Namun bagaimana lagi, ini semua salah Arabelle karena dia yang memulai hal ini, Seandainya saja jika arabel tidak melakukan hal ini mungkin Sean tidak akan terkena imbasnya. Mendekatkan telinganya ke celah pintu ruangan, dia ingin mendengar apa yang diucapkan oleh para pengawal. "Apa sudah diputuskan siapa yang akan ikut bos besar menuju Belgia? " "Belum ada, mungkin kita semua akan ikut bos ke bahagia karena menjaga Sean agar tidak kabur, aku dengar keluarga Sean memiliki pasukan sendiri jadi kita harus tetap waspada. Kalau perlu panggil saja pengawal baru lainnya, atau paling tidak kita menunggu instruksi dari bos besar. " Sean mendengar itu semua, dia Mendengar pembicaraan para pengawal yang mengatakan bahwa mereka akan ke Belgia ini membuat Sean menjadi was-was karena keluarganya pasti tidak tahu dia ada di mana. "Lalu kita berangkat dengan apa? Apakah sudah pesan tiket pesawat?" Salah satu pengawal lainnya tertawa keras mendengar ucapannya. "Tidak, tidak perlu menggunakan pesawat. Bos Besar kita memiliki puluhan jet pribadi, jadi kita akan naik pesawat bersama nanti tanpa memesan tiket ke bandara. Apa kau tidak tahu bahwa kekayaan keluarga bos besar kita itu bisa menghidupi milyaran orang di dunia ini, jadi di di kita ini sebagai pengawal bisa menjadi kaya raya nantinya. " Di dalam ruangan yang gelap ini Sean Hanya bisa pasrah, dia tidak tahu harus bagaimana lagi, Sebenarnya Sean juga takut jika dia nantinya akan mati dibunuh oleh Rodeo.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN