Lampu meja di kantor lama mendiang ayah Hannah memancarkan cahaya kekuningan yang redup, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di atas rak buku kayu ek yang menjulang. Udara di dalam ruangan itu terasa berat, sarat dengan bau kertas lama yang menguning dan aroma tinta kering yang seolah membawa kembali aroma masa lalu. Lukas Weber berdiri terpaku di sisi meja, mengamati Hannah Meyer yang kini duduk bersimpuh di atas permadani Persia yang tebal. Di hadapan wanita itu, tumpukan amplop tulisan tangan dan album foto yang tadinya tersimpan rapat di dalam brankas kini tersebar, seolah-olah rahasia yang terkubur selama bertahun-tahun itu akhirnya menemukan jalannya untuk bernapas kembali. Hannah perlahan mengambil sebuah amplop yang tampak lebih kusam dibanding yang lainnya. Jemariny

