Kenzo pulang lebih awal dari biasanya malam itu. Langit sudah gelap, dan hawa dingin perlahan merayap masuk ke dalam rumah megah yang menjadi tempat tinggalnya bersama Reina. Ia melepas dasinya dengan gerakan santai, mencoba menghilangkan penat setelah seharian berkutat dengan pekerjaan di kantor. Namun, ada sesuatu yang janggal malam ini. Rumah terasa terlalu sepi. Biasanya Reina akan berada di ruang tengah atau dapur, entah sedang menonton televisi atau merapikan sesuatu. Namun kini, sosok wanita itu tak tampak sama sekali. “Reina?” Kenzo memanggil pelan, berharap ada jawaban dari sudut rumah mana pun. Kenzo melangkah menuju dapur, lalu ruang tengah, tapi tak menemukan Reina di sana. Akhirnya, ia memutuskan untuk menuju kamar Reina. Ketika sampai di depan pintu kamar itu, ia mendapati

