bc

Istri Manis, Om Natan

book_age18+
271
IKUTI
1K
BACA
billionaire
friends to lovers
arrogant
heir/heiress
drama
bxg
city
like
intro-logo
Uraian

Karena perjanjian keluarga, Anzhu Martin yang saat itu berusia 20 tahun terpaks menikah dengan Natan Walls yang berusia 32 tahun.

Perbedaan umur diantara keduanya membuat hubungan suami istri mereka terasa canggung dan kaku. pertemuan anak genZ dan lelaki milenial membuat karakter keduanya tak dapat menyatu. Namun tingkah dan sifat Anzhu yang konyol, rendom serta ceria berangsur-angsur berhasil mengikis perbedaan diantara mereka. sifat Natan yang dulunya dingin kini mulai hangat dan saat keduanya mulai tumbuh rasa cinta, orang ketiga dari masa lalu Natanpun muncul membuat banyak kesalah pahaman yang terjadi antara Natan dan Anzhu hingga nyaris membuat mereka berakhir dengan perceraian

chap-preview
Pratinjau gratis
Perjodohan
Di ruangan makan keluarga Martin suasananya cukup tenang. Anzhu terlihat menyantap makanannya cukup khitmad sebelum suara Manuel Martin Kakek dari Anzhu memecah keheningan. "Anzhu, besok persiapkan dirimu untuk bertemu dengan Natan." Ucapan Kakek Manuel seketika memberhentikan Anzhu dari aktifitas makannya. Tiga bulan lalu, Kakek Manuel sempat memberitahu Anzhu bahwa ia sudah di jodohkan dengan anak sahabatnya yang bernama Natan. Awalnya Anzhu mengira itu hanya lelucon Kakeknya namun begitu hal itu dibahas lagi saat ini barulah Anzhu sadar bahwa perjodohan yang dibicarakan Kakeknya tiga bulan lalu adalah sebuah keseriusan. Dan saat ini Anzhu yakin bahwa ucapan Kakeknya tentang perjodohannya dengan Natan Walls bukanlah sebuah lelucon. "Kakek sudah memberitahumu bukan, bahwa kau akan Kakek jodohkan." Ucap Kakek Manuel spontan membuat sendok di tangan Anzhu langsung terlepas, nafsu makan gadis itu seketika hilang serasa ada sesuatu yang menjanggal di tenggorokannya. "Gak!" Anzhu menolak dengan nada tegas "Kakek, aku sudah katakan kalau aku tidak ingin dijodohkan, terlebih usia lelaki itu 12 tahun lebih tua dariku. Dia cocoknya jadi Om ku bukan suamiku." Anzhu melayangkan tatapan memelasnya kearah sang Kakek, berharap sang Kakek akan merubah keputusannya tentang perjodohan itu. "Kakek tidak mau tahu, intinya setuju tidak setuju kau harus menikah dengan Natan." Balas Kakek Manuel bersikukuh. Anzhu kini menatap kearah Tuan Luis dan Nyonya Sisi berharap kedua orang tuanya itu dapat menolongnya untuk membujuk sang Kakek untuk menolak perjodohan itu namun sayangnya kedua orang tuan Anzhu justru hanya diam membisu tak berani bersuara untuk menentang keputusan sang Kakek. Merasa meminta bantuan pada kedua orangnya tidak ada gunanya kini Anzhu kembali menatap sang Kakek, ia berjalan pelan mendekati sang Kakek dengan pandangan memelas ia meraih tangan sang Kakek. "Tapi aku masih sangat muda untuk menikah, Kek. Usiaku baru saja 20 tahun aku masih ingin menyelesaikan kuliahku dan mengejar karirku." Rengek Anzhu meminta belas kasihan dari sang Kakek. Kakek Manuel melepas sendok di tangannya lelaki tua berusia enam puluh tahun itu kini menatap Anzhu yang masih memasang wajah memelasnya. "Memangnya siapa bilang setelah menikah kau akan berhenti kuliah?" Ucap Kakek Manuel membuat alasan Anzhu menolak perjodohan terasa sia-sia. "Dengar Anzhu, meski kau menikah nantinya kehidupan sehari-harimu tidak akan terganggu. Kau masih bisa kuliah seperti biasa dan kau masih bisa mengejar cita-citamu meski kau sudah menikah." Anzhu mendesah berat nampaknya keputusan sang Kakek untuk menjodohkannya telah benar-benar bulat dan tidak bisa di ganggu gugat. "Tapi aku tidak ingin menikah dengan lelaki yang tidak ku kenal." Ucap Anzhu masih berusaha mempertahankan pendiriannya untuk menolak perjodohan. "Karena kau tidak mengenal Natan, itulah kenapa Kakek mengajakmu untuk bertemu dengan Natan besok agar kau bisa mengenalnya." Balas Kakek Manuel. "Asal kau tahu, Anzhu. Mamamu dulu saat menikah dengan Papamu usianya baru menginjak sembilan belas tahun, Mamamu dulu juga tidak mengenal Papamu. Jadi Anzhu berhentilah merengek dan membuat alasan konyol untuk menolak perjodohan yang telah Kakek janjikan pada sahabat Kakek karena selamanya Kakek akan tetap menikahkanmu dengan Natan." Ucap Kakek Manuel lalu melangkah pergi meninggalkan ruang makan mengabaikan Anzhu yang menangis. "Kakek benar-benar keterlaluan!" Teriak Anzhu saat sang Kakek tidak ada di ruang makan. "Anzhu jaga tingkah lakumu sayang, biar bagaimanapun dia tetap Kakekmu." Ucap Tuan Luis menasehati sang anak. Anzhu mengangkat wajahnya memamerkan air mata yang mengalir deras di pipinya pada kedua orang tuanya "Tapi aku tidak ingin menikah, Pa." Ucap Anzhu merengek dengan putus asa "Kakek yang buat janji kenapa harus aku yang menepatinya." Rengek Anzhu kembali. Anzhu meraih tangan sang ibu dan Ayahnya menggengam tangan itu erat "Ayolah Ma, Pa bantu aku untuk bujuk Kakek. Ku mohon. Ini sudah zaman moderend bukan zaman kuno dimana pernikahan harus dilakukan dengan perjodohan." Pinta Anzhu dengan putus asa. Nyonya Sisi membelai kepala Anzhu lembut lalu berkata "Baiklah sayang, tenang. Mama dan Papa akan berusaha membujuk Kakekmu nanti." Ucap Nyonya Sisi membuat Anzhu bernafas lega. *** Anzhu yang saat itu masih menangis dalam kamarnya dikagetkan oleh suara ketukan pintu. "Masuk," ucapnya mempersilahkan siapapun yang berdiri di ambang pintu untuk masuk. Tak lama pintu kamar terbuka dan langsung memunculkan sosok kedua orang tuanya. "Ma, Pa?" Anzhu segera bergegas berlari memeluk kedua orang tuanya itu lalu bertanya dengan nada penuh harap "Bagaimana? Apa Papa dan Mama sudah berbicara dengan Kakek?" tanya Anzhu penasaran. Tuan Luis dan Nyonya Sisi menundukan kepalanya membuat Anzhu menyerengit bingung "Pa, Ma jangan diam saja ayo katakan padaku apa hasilnya? Apa Mama dan Papa berhasil membujuk Kakek?" Tuan Luis menghela nafas berat ia lalu meraih tangan Anzhu, menggenggam tangan itu erat "Maafkan Papa dan Mama, sayang. Papa dan Mama tidak berhasil membujuk Kakekmu." ucapan Tuan Luis membuat tubuh Anzhu lemas hingga langsung terjatuh di lantai. Nyonya Sisi segera ikut duduk di lantai ia meraih tangan Anzhu lalu berkata "Anzhu tenang sayang, Mama yakin Natan juga pasti tidak ingin perjodohan ini. Bagaimana jika kau menemui Natan dulu lalu katakan bahwa kau menolak perjodohan ini siapa tau Natan memiliki solusi." Anzhu tersenyum getir mendengar ucapan sang ibu "Aku tidak akan perna menemui lelaki itu." tolak Anzhu "Tapi Kakekmu tetap akan membawamu menemui Natan besok. Kau tidak bisa menolak, Anzhu." ucap Tuan Luis. Anzhui tiba-tiba berdiri dari duduknya ia berjalan dengan lemas menghampiri jendela kamarnya yang berada di lantai dua sebelum ia tersenyum getir menatap kearah kedua orang tuanya. "Papa dan Mama salah, siapa bilang aku tidak memiliki pilihan lain selain menemui lelaki itu besok." Ucap Anzhu membuat Tuan Luis dan Nyonya Sisi menyerengit bingung. "Apa maksudmu, sayang?" tanya Nyonya Sisi. "Aku punya pilihanku sendiri." Ucap Anzhu lalu dengan cepat terjun bebas dari jendela kejadian itu membuat Tuan Luis dan Nyonya Sisi berteriak histeris. "Anzhu!... Anzhu!.." Tuan Luis dan Nyonya Sisi berhamburan berlari meninggalkan kamar Anzhu menuju halaman samping tempat dimana Anzhu terjatuh. "Anzhu!.. Anzhu!.." Teriakan kepanikan Nyonya Sisi membuat Kakek Manuel yang ada di ruang kerjanya segera keluar. "Ada apa?" Tanya Kakek Manuel. "Anzhu terjun dari jendela kamarnya." jawab Nyonya Sisi sembari berlari kalang kabut. Panik Kakek Manuel segera mengikuti jejak Nyonya Sisi dan Tuan Luis berlari menuju halaman samping dan terang saja setibanya di halaman samping mereka langsung mendapati tubuh Anzhu tergeletak tak berdaya diatas rumput halaman belakang. "Anzhu!.." Teriak Nyonya Sisi sembari berlari mendekati tubuh Anzhu yang terbaring tak sadarkan diri. Bersambung

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
219.9K
bc

TERNODA

read
200.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
20.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.3K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
79.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook