Begitulah

519 Kata
"Hmm... Bagaimana pun di dalam perjalanan akan emnjadi sebuah kenyataan yang ada, di sisi lain jangan sampai semua nya bisa saja di lakukan satu sama lain nya. Kita tunggu saja hasil dari dokter apa katanya disini aku juga berharap Jangan sampai ada permasalahannya baru datang pada kita Aku tidak mau membuat sebuah permasalahannya akan berujung kekecewaan saja sampai detik ini memang dalam hidup itu akan membuahkan hasil sampai kita akan menyelesaikan semuanya." Jelas Bunga kepada Ansel yang merasa diri nya semakin berarti saja. Tok... Tok... Ada salah satu suster yang merawat bunga datang untuk memberitahu keadaan bunga saat ini apa tidak disangka ia memberikan kabar yang baik. "Permisi, Maaf mengganggu titik Saya mau menyampaikan kalau ibu bunga boleh pulang hari ini, tidak bisa aku katakan lagi bagaimanapun semua perjuangan akan menjadi hal yang baik." Ucap Suster tersebut. " Syukurlah kalau memang kita bisa pulang saya harap tidak ada sakit yang diderita lagi, terima kasih ya suster sudah membantu saya." Ucap Bunga yang begitu bahagia mendengar kan nya. "Iya Suster terima kasih, kalau begitu saya untuk mengurus pembiayaan nya di mana ya Mbak tanda tanya saya akan melunasi semua biaya rumah sakit yang telah istri saya ya dirawat di sini." Ucap Ansel kepada suster tersebut. "Maaf pak, soal biaya itu sudah selesai tadi teman ibu Bunga sudah melunaskan nya namanya Kalau tidak salah namanya Jes, jadi dia melunasi semua karena dia mengatakan adalah teman ibu Bunga. Jadi kapan kita perlu lagi untuk melunasi nya ini kuitansi yang pelunasan." Ucap Suster kepada Mereka berdua sampai tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya. "Sekali lagi terima kasih telah memberi tahu siapa yang melunasinya, jadi tidak tahu harus bagaimana menghadapinya." Ucap Bunga kepada Suster penjaga. "Iya, kalau begitu saya pamit dulu, terima kasih sudah berkerja sama nya. Ucap suster tersebut dengan ramah. Dengan wajah senang ansel dan bunga segera ingin bertemu dengan Jes, dia Mencari keberadaannya tapi tidak ada sedikit pun jejak sama sekali, Ansel semakin panik, entah apa yang dirasakan sekarang saat ini begitu keinginannya menjadi sebuah kenyataan sangat berterima kasih kepada sahabat sejati itu. Di saat dia sedang keluar dan menemui Jes tiba-tiba dia tidak ada di sana, kepanikan yang mulai menjadi kiper keliling rumah sakit sampai tidak tahu harus kemana lagi. "Jes kemana? Perasaan tadi aku suruh dia tunggu di sini Kenapa dia langsung pergi meninggalkanku tadi sudah pulang tidak mungkin tadi dia mengatakan ini menungguku di sini." Ucap Ansel di dalam hati nya yang sekarang di rasakan saat ini.   "Tanpa di sadari juga di dalam perjalanan hidup akan membuahkan hasil yang sangat dalam. Baru saja aku mau minta maaf dan berterima kasih telah banyak membantu ku tetapi kenapa dia bisa pergi seperti itu saja." Ucap Ansel yang merutukan diri nya yang sudah tidak menentu saat ini. Dengan wajah yang begitu Itu sangat cemas dia langsung menemui istrinya di ruangan tersebut, kecemasannya itu tiba-tiba saja terlihat sangat jelas. "Sayang, kenapa wajahmu seperti itu? Padahal kemarin aku sangat bahagia kok Aku tidak menyangka apa yang sudah terjadi saat ini titik mulai saat ini tidak ada satu pun permasalahan yang ada sampai detik ini perjuangannya begitu sangat berarti." Ucap Bunga kepada Ansel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN