Butiran

580 Kata
" Iya aku melihat kau begitu sangat pucat tanpa kusadari saat itu kau kenapa? Sampai kau tidak mau menjelaskan apa yang telah terjadi pada dirimu di sini aku hanya berharap tidak ada permasalahan kan, tetaplah bersamaku kau tetap di sini biarkan aku yang akan mengantarmu juga nanti kau mengerti?" Ucap Ansel yang langsung meninggal kan Jes yang berada diluar. Tidak di sangka lagi Ansel yang barus saja masuk dan dia merasa diri nya semakin tidak tahu harus bagaimana lagi melihat istri nya yang terbaik seperti itu di tempat tidur. "Sayang... Bagaimana keadaanmu? Makan Aku tidak melihatmu Minta beberapa hari ini aku tidak bisa membuatnya nya nya, hari itu Jes tidak memperbolehkan aku untuk menelponmu, mungkin karena takut aku tidak berfokus pada pekerjaanku sampai aku harus mendapatkan teguran nanti." Penjelasan Anse kepada Bunga, Entah kenapa saat itu mereka berdua saling bertatap saja mata tanpa memikirkan satu sama lain di sisi-nya lagi, tidak ada satupun permasalahan yang mereka bahas hanya saling melepas rindu saja. "Sayangku ke mana saja? sudah berapa hari ini tidak pulang, aku sendirian saja, di sini Untung saja ada Jes yang mau mau menemaniku aku tidak ada dia entahlah mungkin aku merasa sangat kacau." Ucap Bunga kepada Ansel. "Maafkan aku mungkin aku tidak bisa menjagamu seperti dia menjaga kau tetapi di sini posisinya, aku emang tidak boleh menghubungi wa karena takut mengganggu Kalau kalau sedang sakit jadi aku berharap kau bisa beristirahat dan dia menelpon karena aku sangat kritis." Jelas Ansel kepada Bunga yang tidak menentu itu saat ini. "Dalam perjuangan pasti ada sebuah hasil sangat mendalam Percaya saja ja dia tidak ingin mengganggu kau, dan aku juga pernah menyampaikan kan kalau jangan menganggu ka dulu Atas kejadian yang pernah terjadi saat kau meninggalkan aku sehari tu." Ucap Bunga kepada Ansel yang sangat tenang sama sekali dilakukan saat ini. "Iya bisa jadi dia tidak mau menggangguku, tapi di sisi lain aku hanya berharap dia bisa menjadi orang yang terbaik untuk diriku juga ini sangat banyak membantu, tanpa kusadari di dalam perjuangan pasti ada sebuah keinginan nyata." Ucap Ansel yang sangat tidak tahu harus berkata apa lagi. "Akuu sangat begitu senang melihat kau seperti itu dan merasa aku terlindungi lagi, dia sudah menyampaikan kepada kau apa yang telah terjadi saat ini mungkin di sisi lain memang keadaan ini akan berjalan dengan lancar saja." Bunga berkata dengan wajah dan senyuman yang sangat sumringah. " Iya memang aku sudah merasa enakan dan di saat ini juga aku mulai merasa diri tidak berjalan baik saja mulai di sisi ini perlahan-lahan aku melakukan sesuatu demi mendapatkan yang terbaik, berkat Jes dia sudah banyak membantu aku." Ansel menjelaskan apa yang dia rasakan saat ini. "Iya, aku juga merasa sehat kembali dan tidak merasa ada permasalahan yang ada satu sama lain nya, menurutku tidak ada yang bisa aku ganggu lagi di dalam kehidupan nya. Saat aku terbangun tubuhku begitu sangat segar sekali Entah kenapa divisi lain Aku berharap aku akan kembali seperti semula." Ucap Bunga kepada Ansel. Mereka berdua saling melepas rindu entah apa tatapannya. Bunga begitu sangat bahagia telah dia pertemuan dengan suaminya ini tidak ada satu pun permasalahan yang akan datang jika mereka bersatu kembali. "Tadi aku di periksa kata nya aku akan pulang jika hasil nya membaik." Jelas Bunga kepada Ansel. "Wah... Syukur lah, aku berharap begitu juga. Bagaimanapun tidak ada satupun yang bisa mempermasalahkan hal kita ini karena menurutku dalam perjuangan akan membuahkan hasil juga tanpa kita pikir panjang sesuai atau tidaknya kita harus berjuang." Ucap Ansel dengan wajah yang sangat bahagia.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN