"Jes... kau kenapa tidak mengangkat telepon aku?" Tanya Ansel kepada Jes.
Entah apa yang dia pikirkan langsung saja melihat dengan Tatapan yang sangat menyeramkan. begitu yang dirasakan sangat mendalam saja tanpa dia sadari perlahan-lahan Jes langsung berkata.
"Kenapa kau lama sekali? padahal aku tidak yakin kau akan melakukan yang terbaiks satu sama lain nya. jangan kau tanyakan Kenapa aku tidak mengangkat Ya sudah sekarang fokus aja kepada istrimu saat ini sangat membutuhkan kau."
Jes berkata dengan nada yang sangat lemah.
"Memang nya ada apa? tapi aku terlihat engkau begitu sangat lesu ceritakan kepadaku apa yang telah terjadi? Kau baik-baik saja kan jangan membuat aku khawatir Jes, saat ini aku juga masih bertahan di dalam hidup kalau semuanya akan bisa dilakukan lagi."
Ucap Ansel yang terlihat sangat khawatir dalam keadaan nya yang begitu saja saat ini mendalam.
"Sudahlah, jangan khawatirkan aku seperti itu Aku tidak apa-apa aku harap juga kau berkumpul lagi dengan istrimu karena dia sangat membutuhkan uang aku baik-baik saja sekarang pergi saja ke dalam jangan menghiraukan aku aku mau beristirahat dulu di sini."
Ucap Jes yang memaksa Ansel untuk duduk di dalam saja.
"Tapi kau benar baik-baik saja? aku sangat khawatir Kenapa wajahmu sedang aku chat dan tidak berdaya seperti itu Aku juga merasa bingung apa yang terjadi pada di rumah tuh. "
Jelas Ansel yang sangat terkejut memandangi wajah Jes.
" Sudahlah, Pergilah menemui istrimu jangan menghiraukan aku seperti itu Aku tidak mau, istrimu lagi dalam Istirahat di sana sebentar lagi dia kan. Sekarang juga jangan khawatir Kan aku sudah katakan kau ini seperti anak kecil saja, sudah aku katakan seperti itu cepat masuk jangan buat aku marah."
Ucap Jes dengan wajah yang sangat kesal kepada Ansel.
" Oke Baiklah aku akan ke dalam kau tunggu saja di sini nanti aku antarkan kau pulang, aku akan berhutang Budi kepadamu karena kau telah membantu istriku sekarang juga titik detik ini ke harus ada untukku dan menjadi sahabat terbaikku dan kalau aku membutuhkan aku tidak mau, nanti kau hanya terdiam saja di situ tanpa harus memikirkan satu sama lain khususnya Aku tidak mau nanti kau merasa rugi dan memikirkan hal-hal yang tidak penting hari ini."
Jelas Ansel kepasar Jes.
Jes masih tetap tidak menghiraukan apa yang di ucapkan Ansel tadi.
Ansel langsung saja masuk ke dalam ruangan tersebut dan dia melihat keadaan istrinya yang begitu sangat membuatnya terkejut, dengan keadaan terbaring itulah dia rasakan.
"Sayang .... aku datang, Maafkan aku sudah tidak menghiraukan Aku berharap Tadi Kok bisa berkumpul lagi denganku tetapi kenapa kok bisa jadi seperti ini Maafkan aku telah mengacaukannya."
Ucap Ansel kepada Bunga.
Ansel untuk tenang dan dia kembali lagi merasa tidak seperti biasanya, disisi lain juga dia berharap agar tidak terjadi apa-apa pada dirinya Sampai detik ini Ansel merasa kalau sahabatnya itu dalam keadaan tidak baik.
"Jes, Apa benar kau baik-baik saja? Aku tidak mau melihat kau sengsara begitu Padahal di sisi lain kau sudah banyak membantu aku sampai detik ini keadaan istriku kau sudah mengetahuinya."
Ucap Ansel kepada Jes.
"Kau ini! Masih saja begitu sudah kukatakan Berhentilah lihat saja istrimu jangan khawatirkan aku! Aku baik-baik saja percaya atau tidaknya kau kita akan membuat hasil yang baik juga jangan pernah berharap kalau aku akan menyakitimu atau yang lainnya, di sisi lain juga disini harapanku hanya ingin kamu menjadi orang yang baik dalam hidup ini.
Ucap Jes yang sangat kesal kepada diri nya.