Semakin Saja

571 Kata
Sampai saat ini Jes masih saja tetap tidak mau melakukan apa pun, bagaimana ini menjadikan satu sama yang lain nya pada diri ini. memang pejuangan Jes begitu sangat berarti untuk Bunga.  "Kau tunggu saja ansel dengan sabar aku tahu kok sangat khawatir kepadanya tetapi saat ini aku tidak bisa membantu sekarang kau tidur dan aku akan menunggu di luar saja." ucap Jes kepada Bunga dengan tegas saat itu. "Baiklah, kalau begitu aku akan tidur dulu mana tahu tubuh aku semakin enakan lagi." ucap Bunga dengan wajah tersenyum nya lagi. Jes tidak menghiraukan apa yang bunga ucapkan dia langsung pergi keluar dan terduduk begitu saja tanpa memikirkan satu sama lain. Di tempat lain aku merasa diri ini semakin mendalam saja tanpa menyadari hal itu juga. Berulang kali Ansel menelepon tetapi tidak ada yang bisa di lakukan nya lagi saat ini sampai dia garus berkata-kata sampai dia harus melakukan nya diri ini menjadi kan diri ini semakin mendalam saja tanpa di sadari satu sama lai. Rutukan Ansel kepada Jes begitu sangat kuat entaah apa yang di lakukan hanya mendapat kan yang terbaik satu sama lain nya. "Kenapa Jes tidak mengangkat teleponku berulang kali aku telepon? Entah kenapa juga aku tidak mengerti apa yang dipikirkannya saat ini Padahal aku cuma ingin menanyakan kabar bunga lagi. " Ucap Ansel di dalam hati nya yang semakin mendalam saja. Ansel terus berjalan ia memikirkan keadaan Bunga yang tidak menentu, saat itu di sisi lain merasa khawatir dia kepada Jes juga ada karena menurutnya sahabatnya satu itu begitu sangat berarti hidupnya. "Arrgghh... Ansel kenapa kau tidak mengangkat telepon aku! Aku begitu sangat khawatir mereka berdua Entah kenapa di posisi ini aku sangat galau, tapi jarang tidak pernah dia melakukannya sampai dia harus berulangkali menghadapi." ucap Ansel di dalam hati nya yang sangat kacau dan tidaktahu harus bagaimana lagi mengahadapi nya. Kegelisahan Ansel tidak menentu, sampai dia hampir menabrak seseorang yang entah tahu tiba-tiba saja hilang di hadapannya. lalu dia melanjutkan perjalanannya secara perlahan dan berusaha tenang untuk menghadapi perjalanan panjang dia. "Sial!!! Kenapa aku tidak bisa berkonsentrasi seperti ini aduh membuat aku tidak tenang saja bagaimana ini aku tidak tahu harus melakukan yang terbaik yang bagaimana lagi, Kenapa tidak mau angkat teleponku sampai aku khawatir seperti ini tidak pernah ku merasakan hal-hal yang membuat aku kacau." Ucap Ansel merutuk di dalam hati nya karenatidak bisa lagi berkonsentrasi ke depan di dalam perjalanan nya saat ini juga. "Tenang Ansel Sebentar lagi kita akan sampai jangan membuat permasalahan akan semakin lama tidak nyaman saja, karena aku harus menemui Istriku yang dalam keadaan yang tidak baik. Aku juga tidak mau dia mengalami kesalahan yang mendalam saja sampai detik ini aku berjuang demi dia akan mendapatkan yang terbaik satu sama lain." Ucap Ansel yang terus menyalahkan diri nya. Beberapa menit akhirnya Ansel sampai di rumah sakit, dia merasa sangat lega entah apa yang dipikirkannya saat itu itu cari ke dalam lam ruangan satu persatu Apakah ada ada pasien yang dirawat saat ini. Ansel berulang kali bertanya-tanya ke mana-mana jangan cari tahu keberadaan istrinya itu entah kenapa perasaannya begitu sangat kacau begitulah yang dialami minyak bulus tapi dia tidak tahu menjalankannya bagaimana lagi. Setibanya dia melihat di sudut ruangan itu itu ada Jes yang duduk dengan wajah yang sangat lemah dan dia tidak tahu kenapa kejadian itu terjadi pada diri sahabatnya itu. "Aku harus menyusul Jes Sepertinya dia sangat lemas dan terlihat sangat capek." Ucap Ansel yang langsung terlihat bahagia melihat sahabat nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN