"Sepertinya just pergi tidak berhimpitan dulu pada kita Aku bingung dengan sikapnya dari tadi wajahnya sangat pucat, tidak tahu apa apa yang dilakukan, dan dia sedikit kesal dan marah disitu aku merasa tidak enak hati."
Jelas Ansel dengan wajah sedih nya yang sangat mendalam saat ini.
" Coba kau telepon saja dia, mana tahu dia mengangkat sudah memberitahu keadaannya saat ini titik aku juga sangat mencemaskan hal-hal tersebut jangan sampai ada permasalahan yang baru di sisi lain. Soalnya aku lihat juga dia tadi sedikit lesu."
Ucap Bunga kepada Ansel.
Bunga dan Ansel masih merasa diri nya semakin bingung entah apa yang terjadi pada diri Jes saat ini.
Ansel masih berusaha untuk tetap menelepon Jes dan menanyakan keadaannya dimana sekarang juga entah kenapa tadi itu tiba-tiba saja bukan selnya mati dan tak tahu nomor kecemasan Ansel gitu semakin kuat, Tidak ada satu pun permasalahan yang terjadi saat ini.
"Sayang ini tidak bisa kita biar kan! Kita segera pulang dan menemui dia. Aku harap kita bisa bertemu dan menjalankan hari-hari ini jangan sampai ada permasalahan nanti aku tidak mau hanya membuat kekacauan saja."
Ucap Ansel kepada Bunga.
"Iya, lebih baik begitu! Apakah menyiapkan semuanya kau tunggu saja di luar kita akan langsung pergi aku tidak mau menghabiskan waktu saja berdua Di sini entah kenapa Biasa begitu berubah."
Ucap Bunga kepada Ansel.
Setelah mereka selesai mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah itu dan akhirnya mereka menuju mobilnya, Ansel memasukkan barang dan bunga langsung masuk duduk bersantai di dalam mobilnya.
Tidak disangka dia bunga melihat secarik kertas itu tepat di tempat duduk ansel dia mengambil dan melihat isi dari itu semua, begitu sangat terkejut bunga membacanya kalimat yang membuat semakin gemetar saat surat yang diberikan Jes itu mengatakan kalau dia akan pergi jangan mencarinya lagi.
Seketika teriakan histeris Bunga terdengar oleh Ansel.
"Aarrgh... Ansel!! Kemarilah ada surat dari Jes Sepertinya dia pergi memang benar."
" Kau kenapa berteriak seperti itu? Apa yang kau baca serahkan kepada aku."
Ucap Ansel sambil menarik surat itu di tangan Bunga.
Begitu terkejut asal melihatnya Entah kenapa dia baru menyadari kalau surat itu jus buat untuk memperingatinya dan memberikan an-nas sehat kalau dia akan pergi.
Begitu sedih dan memikirkannya apa yang terjadi kepada sampai dia harus pergi meninggalkan sahabatnya itu, tidak di sangka lagi di dalam perjalanan akan membuahkan kan hasil nya.
"Kita harus bertemu dengan Jes! Aku akan membawamu pulang dulu dan aku akan bertemu dengan Jes di sini kita tidak bisa berpikir kalau dia akan kabur entah kemana di sisi lain aku hanya berharap dia kembali untuk menemuiku, aku tidak bisa hanya dialah sahabatku Disini."
Ucap Ansel yang merasa sedih.
"Aku harus ikut aku ingin bertemu dengan J Karena dia sudah membantuku, Kenapa dia seperti itu sudah menolak Tetapi dia tidak bertemu lagi dengan kita karaoke aku tidak paham lagi untuk mengatakan."
Ucap Bunga kepada Ansel.
"Sudah aku kata kan tetaplah berada di rumah yang membuat masalah! Aku tidak mau menyala ini ada urusannya denganku jadi jangan pernah membuat aku kecewa apa yang sudah kau lakukan di sisi lain harus berjuang untuk menjaga anak di kandunganmu, aku yakin pasti dia dalam keadaan baik-baik saja jadi saya saja padaku. "
Ucap Ansel kepada Bunga.