"Iya sudah aku akan mengikuti apa yang kau katakan saat ini, Aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi tetapi di sisi lain aku hanya berharap kau tetap berada di sini dan membawa ansel sesegera mungkin aku tidak mau dia harus pergi meninggalkan kita."
Ucap Bunga yang sangat cemas.
"Iya, kalau begitu ayo kita pulang dulu sampai di rumah."
Ucap Ansel yang terus berkata kepada Bunga.
Dalam perjalanan itu mereka begitu sangat ngebut di jalan untuk mengejar waktu agar bisa bertemu dengan Jes, di sisi lain juga dia berharap banyak apa yang telah terjadi saat ini begitu kuat di dalam hidupnya jangan ada permasalahannya baru datang.
"Memang kehidupan itu semakin nyata, jangan pernah menampakan diri ini juga. Begitu keadaan yang sudah terjadi saat ini. Aku sangat mengkhawatirkan dia dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi satu sama lain."
Ucap Bunga yang tiba-tiba saja berkata begitu.
"Iya kau tenang saja Aku mah disini ada aku titik Aku akan membawa dia dan segera bertemu denganmu, Aku tidak ingin ada permasalahan yang bisa membuat kacau saja, kalau begitu Sekarang sudah sampai di rumah. Segera saja di rumah sendirian aku akan menemui Jes. "
Ucap Ansel kepada Bunga.
"Baiklah kalau begitu aku akan melakukannya jangan sampai ada permasalahan Nantinya di sisi lain aku berharap tidak ada permasalahan, jika terjadi apa-apa Kok nelpon mu yang memberi kabar apa yang telah terjadi. "
Ucap Bunga kepada Ansel yang begitu takut.
Lalu ansel segera pergi meninggalkan bunga di sana, dalam hati yang gelisah itu langsung saja, dia terus mengatakan kalau di titik penerangan nya sahabat sejatinya itu sedang berada di rumah dan terbaring lemah.
"Apa yang terjadi pada dirimu Jes? Aku sangat mencemaskan Kenapa kau tidak memberitahu aku terlebih dulu apa yang terjadi padamu, terus bertemu jangan sampai dia pergi terlebih dulu."
Ucap Ansel di dalam hati nya.
"Akhirnya aku sampai di rumah dia, pasti dia ada didalam saat ini aku juga tidak mengetahui apa yang telah terjadi Aku hanya ingin dia melakukan yang terbaik demi masa depan sampai disini juga aku ingin menghabiskan waktu berdua."
Ucap Ansel di dalam hati nya.
Saat Ansel mau memasuki rumah Jes, entah apa yang dipikirkannya suasana yang begitu sangat dingin menyelimuti tubuhnya tanpa disadari kalau sahabatnya sedang terbaring lemah di ruangan kerjanya.
Teriakan histeris Ansel terdengar kuat.
"Jes!!! Kenapa begitu katakan kepadaku apa yang terjadi pada dirimu aku tidak tahu harus bagaimana ini menghadapinya Sampai detik ini perjuangan kita tidak akan sia-sia jika kita melakukan yang terbaik, Aku percaya kalau kau dalam keadaan begitu saja tanpa memikirkan satu sama lain."
"Kau kenapa kemari? Suruh katakan jangan temui aku! Pergilah biarkan aku sendiri aku tidak ada kekuatan lagi ya menurutku inilah jalan aku untuk membalas semua kebaikan yang kau berikan kepadaku, tanpa kusadari saat ini juga kau begitu sangat membuat aku sadar kalau sakit Persahabatan itu akan terus berjalan demi mendapatkan terbaik."
Ucap Jes yang sangat marah kepada Ansel.
" Kenapa kau melakukan ini Jes? Padahal aku sudah berjanji akan terus bersamaku aku tidak mau gua kenapa-napa karena aku juga tidak mau melakukan hal-hal yang tidak baik untuk dirimu saja, memang aku banyak berbuat salah tetapi aku tidak mau akan mengorbankan diri kalau kepada istriku."