29 - Pertanyaan dan Pembelaan

2083 Kata

Dee memandang piring berisi nasi di depannya. Ibunya duduk di seberang sudah memulai makan malam dengan suapan pertama, tapi dirinya bahkan belum mengambil lauk apa pun untuk melengkapi gundukan nasi putih miliknya. Sejak Devano meninggalkan rumahnya, Dee dan ibunya sama sekali tidak berbicara. Dee lebih memilih untuk berdiam diri di kamar sementara ibunya memasak untuk makan malam. Ibunya benar-benar mengabaikannya selepas Devano pergi. Bukan karena ibunya sudah lelah marah-marah, tapi Dee yakin justru ibunya tengah mengumpulkan segala amarahnya untuk segera ditumpahkan. Mungkin tak lama lagi. "Cepet makan!" suruh Dita terdengar sedikit memaksa. Dee menggerakkan tangan yang untuk mengambil sendok dan garpu. Ia mulai mengisi piringnya dengan beberapa lauk yang sudah disediakan ibunya. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN