Dee dan Devano serempak menoleh saat mendengar suara pintu yang terbuka. Mereka yang awalnya sedang bercerita sambil tertawa tersentak dengan begitu mudahnya. Devano mendorong masuk buku yang akan diambilnya. Ia meneguk air liur. Begitupun Dee, ia tidak kuasa menahan keterkejutan dan segera beringsut turun dari ranjang. Di depan mereka, Dita berdiri dengan raut siap menumpahkan segala amarahnya. Dee dan Devano bahkan belum mempersiapkan segalanya. Keberanian mereka belum terkumpul, kata-kata yang harus diucapkan pun belum ada sama sekali, tapi Dita sudah memergoki mereka. Keduanya merasa seperti maling yang baru saja ketahuan mencuri. Mereka tertangkap basah oleh orang yang selama ini mereka waspadai. "I-ibu kok u-udah pulang?" tanya Dee setengah terbata. Dita yang awalnya sedang memel

