Seperti kebanyakan remaja lainnya di luar sana, Dee hanyalah anak gadis yang mudah penasaran dan tidak jera. Terbukti saat dirinya membiarkan Devano ada di depan rumahnya, meskipun ibunya sudah melarang hal itu. Devano pun nampak enggan menuruti kemauan ibu Dee. Keduanya hanya mengedepankan keinginan mereka masing-masing untuk saling bertemu tanpa memikirkan larangan yang sudah dibuat oleh ibu Dee. Dee memandang Devano dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Cowok itu hanya mengenakan kaos oblong berwarna hitam serta celana training dengan warna serupa. Sebagai alas kaki Devano menggunakan sandal gunung, berbeda dengan alas kaki yang biasanya dipakainya jika bermain ke rumahnya, yaitu sandal jepit. Tentu hal itu membuat Dee keheranan, karena penampilan Devano yang saat ini dilihatnya ja

