Suasana kamar sepi, tetapi mata Via disibukkan oleh layar ponselnya. Dia tenggelam dalam alur akun media sosial Rena, mantan kekasih suaminya. Namun, detik-detik kebahagiaan yang tadinya terpatri dalam wajah Rena malah menciptakan kegelisahan di dalam diri Via. Alan menyadari perubahan wajah Via, pria itu baru saja masuk ke rumah setelah seharian berada di kantor bergelut dengan kertas dan bisnis. “Sayang, ada apa denganmu?” Alan mengusap lembut rambut Via. “Tidak ada apa-apa, mas. Aku hanya lelah.” Sebisa mungkin Via menutupi kegelisahannya di depan Alan. “Bagaimana pekerjaanmu di kantor?” “Semua sudah membaik, akan tetapi besok aku harus pergi ke luar kota untuk meninjau anak cabang perusahaan.” Alan menghela napas besar, ia benar-benar lelah. Keinginannya hanya menemani istrinya da

