Saga melangkahkan kakinya, setidaknya dia harus menemui Alea terlebih dahulu. Mengabaikan reaksi apa yang akan Alea tunjukan tatkala menyadari dirinya berada disana. Seperti yang ia duga, Alea terperanjat. Segera menjauh dari Gavin dan mengelap air matanya. "Saga—g-gue bisa jelasin." Saga mengerti. Alea membutuhkan dukungan saat ini. Meskipun dalam hati, Saga merasa sakit sekali. "Gue mau ngomong berdua sama lo, Al." ucap Saga pelan setelah sebelumnya menatap Gavin dengan pandangan datar. "Sorry, gue rasa gue gak ada urusan lagi disini. Gue pamit." pamit Gavin, merasakan aura tidak nyaman yang ada. Tinggalah Alea dan Saga berdua seusai Gavin pergi. Alea melirik ke arah lain, entah kenapa suasananya awkward saat ini. "Lo kenapa?" "K-kenapa apa?" tanya Alea balik. "Al," Saga maju s

