36-Sudah Bulat

846 Kata

Saga tengah fokus membaca buku lantas mengernyit bingung tatkala mendengar suara ricuh di luar kamar.  Penasaran, Saga beranjak turun dari bangku belajar. Menuju pintu dan membukanya. Tampak di ruang tamu adanya Dara dan Wavi yang sedang berdebat dengan Amira yang berada di tengah keduanya, berniat menengahi. Saga tidak mengerti apa yang sedang terjadi hingga saudara kembarnya terlihat muram. Saga juga tidak mengerti entah apa yang menyebabkan ayahnya sampai marah besar. Tapi Saga tidak bisa hanya berdiam diri di depan kamar saja. Setidaknya ia bantu menengahi, atau paling tidak melakukan apapun yang setidaknya bisa membantu. "Papa itu gak adil." seloroh Dara pelan kemudian, suaranya terdengar sendu. Membuat langkah Saga refleks terurung untuk berjalan menuju kesana. "Kenapa Dara gak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN