Alea benar-benar tidak semangat sama sekali. Hatinya seolah terasa nyaman menjauhi Saga. Jujur, Alea benar-benar rindu bercentil manja dengan cowok itu. Namun Alea sadar, ia adalah sumber masalah bagi Saga. Dialah yang membuat Saga menderita. Apa masih pantas Alea bersanding dengan cowok itu sekarang? Alea baru saja membuka laci lokernya dan refleks berjengit kaget. Lagi dan lagi, seseorang meneror dirinya. Lokernya kini penuh dengan berbagai coretan sumpah serapah disertai dengan berbagai macam jenis sampah. Alea benar-benar merasa jengkel dengan orang yang sudah mengusik dirinya belakangan ini. "Al," Alea spontan menaikkan kepala mendengar suara barusan. Itu suara Saga. Suara lelaki yang sedang ia hindari dan sudah sangat ia rindukan saat ini. Alea tidak ingin bertemu Saga, dengan

