Adrenalin bagaikan disuntikkan sekejap mata dalam diriku, kakiku seolah kembali berpijak pada bumi! "Tenang... Tenang... Huft...." Aku memejamkan mata, berusaha menenangkan diri dan mengatur jalur pernapasku yang kini mulai tersumbat ingus, keringat menuruni kedua pelipisku. Perlahan, aku mulai menghitung dalam hati... 1... Tep! Suara langkah kaki terdengar dari lorong kamar mandi.... 2..... Tep! Langkah itu terdengar semakin jelas.... 3..... Tep! Tek! Suara langkah kaki itu terhenti, diikuti dengan suara saklar lampu yang ditekan. Tep! Langkah kaki itu kembali terdengar. Aku membuka mata seketika itu juga, aku mengisi paru-paru secepat mungkin dan segera berlari menuju kamarku! Bruak! Pinggangku terhantam ujung meja ketika hendak berbelok. Argh! Aku meringis kesakitan d

