Nieva dan Putri Solana menemui Ratu Katrine untuk segera membuat kesepakatan bersama
"aku tahu kau diam-diam melarikan diri dari dalam kerajaan Risley, benar?"
Putri Katrine yang sedang menunggangi kuda putihnya segera membawa Putri Solana dan Nieva untuk bersamanya
"aku sama sekali tidak tahu mengapa kalian berdua sangat ingin mengikuti kemana aku pergi"
"karena kami adalah temanmu"
"oh astaga, terserahlah"
Putri Solana dan Nieva dibawa ke wilayah selatan oleh Putri Katrine, mereka segera mendatangi kerajaan paling makmur di wilayah tersebut
"Putri Katrine?"
"ayah?"
mereka saling berpelukan dengan damai
"apa yang terjadi, apa kau mengerti sesuatu tentang hal ini, Putri Solana?"
"entahlah, kita lihat saja apa yang selanjutnya akan terjadi"
Sang Raja terus memperhatikan Nieva dan Putri Solana
"dia temanku, mereka ingin datang bersamaku"
"apakah mereka dapat dipercaya?"
"ya, tentu. mereka berdua adalah teman kepercayaanku"
"begitukah?" Pangeran Harvey meledek Putri Katrine yang langsung membuat wanita kulkas dua pintu itu hanya diam dengan sangat kesal
"aku sama sekali tidak membutuhkan kehadiranmu, pangeran" kesal Putri Katrine ia segera mendatangi Raja untuk meminta pertolongan padanya
"ada apa, Katrine?"
"bolehkah aku untuk sementara waktu tinggal didalam kerajaanmu?." pinta Putri Katrine dengan penuh hormat
"kau sudah aku anggap sebagai putriku sendiri, tentu saja. kerajaanmu sudah sering kali membantu Kerajaanku di masa-masa paling kritis, tapi persahabatan kerajaan kita memang sangatlah dirahasiakan"
"oh iya, wilayah barat dengan selatan saling berperang untuk mendapatkan kekayaan yang paling berlimpah"
Putri Katrine tidak dapat menutupi kegelisahannya dan juga kesedihannya, ia duduk di depan taman kerajaan hingga sang Raja mendatangi dirinya
"aku sangat berdua atas kematian adikmu, dan juga kerajaanmu yang sedang dalam penguasaan Kerajaan Stefly."
"terimakasih, raja. aku sangat berharap jika aku bisa memiliki pundak sekuat dirimu."
ditengah pembicaraan mereka, Harvey menganggu mereka seraya membawa secangkir teh hangat ditangannya
"ayah, bolehkah aku duduk bersama Putri Katrine saja?."
Sang Raja tersenyum malu ia meledek keduanya dan segera berjalan pergi.
"Kamu terlihat tidak benar-benar sedih"
"berhenti meledekku, aku memang sedang sangat sedih saat ini. apakah kau bisa menutup mulutmu itu dan biarkan aku untuk tenang?"
"baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi."
Pangeran Harvey melamun di samping Putri Katrine membuat dirinya terpesona dengan ketampanan kekasihnya itu
"Harvey?"
"baiklah Putri"
Pangeran Harvey sangat memahami apa yang di inginkan Putri Katrine saat ini, ia seperti seorang cenayang. ia mengecup bibir merah dengan tekstur yang sangat lembut dimiliki kekasihnya itu
"mereka saling mencintai, kupikir ibuku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun untuk ayah" Putri Solana yang mengintip dari kejauhan ia menikmati pemandangan indah yang membuat hatinya bergetar hebat.
"apakah kamu yakin jika persahabatan kita dapat membuat kedua wilayah bersatu?. aku tidak ingin berpisah darimu, Vey"
pangeran Harvey tersenyum ia merengkuh tubuh kekasihnya dengan erat
"aku akan berjanji untuk itu, oh iya kenalkan dia adalah temanku Ganiel"
Putri Katrine terus memperhatikan wajahnya yang terlihat sangat tak asing baginya
"siapa kamu?."
"aku Ganiel, dari wilayah selatan"
"aku pernah melihatmu tapi entah dimana aku tidak tahu, apakah kita pernah bertemu?" Putri Katrine memicingkan matanya berusaha untuk mengingat siapa seorang laki-laki yang wajahnya sangat tidak asing bagi pikirannya.
"mungkin, kamu saat itu bermimpi semua kejadian hari ini jadi semacam Dejavu?" Harvey berupaya untuk melindungi identitas Ganiel yang sebenarnya adalah Memories yang selalu berusaha dibunuh oleh Ratu Alise.
"Dejavu?, mungkin aku hanya kelelahan?"
"ya, mungkin saja seperti itu"
Pangeran Harvey mengantarkan Putri Katrine untuk pergi kedalam kamar, setelah ia mengantarkan Putri Katrine ia segera mengajak bicara Ganiel secara rahasia dan didengar oleh Putri Solana dan juga Nieva
"untuk membuat dua wilayah bersatu, kita harus mendekati pemilik kerajaan paling berpengaruh di wilayah barat"
"Putri Alise"
"Dia akan menjadi seorang Ratu Kerajaan karena dia pasti tidak akan pernah membiarkan saudaranya Hanah merebut tahta kerajaan darinya"
semua praduga Pangeran Harvey benar terjadi, ia sangat cerdas dalam mengambil lamaran masa depan
"karena itu, kita harus segera mendekati Putri Alise secepat mungkin sebelum ia dan Erando menikah"
"setelah mendekati dirinya, apa yang akan kita lakukan?."
"dia akan hamil dan dia pasti akan meninggalkanmu dan pergi untuk bersama Erando demi mendapatkan targetnya. Erando hanya di jadikan target olehnya karena dengan mendapatkan Erando dia pasti akan bisa mendapatkan kerajaannya juga dan semakin mengembangkan Kerajaanya"
Harvey seorang pangeran yang sangat pintar untuk mengambil spekulasi, siasat dan ia sangat cerdas untuk melihat peluang yang akan terjadi
"jadi, aku harus mendekati Putri Katrine untuk segera membunuhnya demi mempersatukan kedua wilayah"
"baiklah, aku akan melakukan penyamaran untuk menjadi seorang juru kamera dan menjadi seseorang yang sangat tergila gila padanya"
Putri Solana dan Nieva mendatangi Ganiel untuk segera melakukan interograsi padanya
"Putri Alise sangat mencintaimu, mengapa kau melakukan ini?. apakah kau tidak tahu jika ia sangat depresi dan menjadi seorang pembunuh karena dirimu?." Putri Solana menatap kedua mata Ganiel dengan penuh amarah
"Raja Stefly mengatakan jika ia membunuhku karena permohonan dari Putri Alise."
"tidak akan pernah terjadi, Putri Alise sangat mencintaimu. ia menjadi seorang pembunuh ulung karena memang dia menjadi gila setelah tahu kamu tewas karena dirinya"
"tetaplah menjadi dirimu sendiri, jika kamu tidak ingin melihat kekasihmu itu semakin menggila karena dirimu dan kematian palsumu"
Harvey segera mendatangi mereka berdua dengan raut wajahnya yang kagum dengan mereka berdua
"apa yang dikatakan kedua anak ini ada benarnya. Putri Alise berbuat seperti itu, karena ia hanyalah kesepian, tapi kita juga harus memikirkan bagaimana caranya untuk melakukan pembunuhan kepada Raja Stefly. karena dia yang telah membuat semuanya menjadi berantakan dan membuat Alise menderita"
Putri Solana tersenyum ia menjadi sangat yakin jika suaminya pasti akan segera mengurus apa yang terjadi di wilayah barat.
"bolehkah aku meminjam sebuah kertas dengan pena?"
Putri Solana menuliskan beberapa kalimat penting untuk ia kirimkan ke Wilayah Barat tepatnya kerajaan Bancroft agar diterima oleh Pangeran Erando
"aku sangat berharap semuanya bisa berubah dan Ratu Alise tidak kembali menjadi semakin jahat" Nieva dan Putri Solana mereka membuat suatu permohonan yang di harapkan akan di kabulkan
"aku tidak ingin mengetahui apa alasanku menjadi anak dari pasangan Harvey dan Ratu Katrine, aku hanya berharap kalau aku dapat merubah takdir dimasa depan"
"kumohon, ini tidak akan menjadi permasalahan yang semakin menjadi rumit untuk diselesaikan oleh kami. kumohon"
melihat mereka berdua yang bertingkah aneh seperti itu membuat Pangeran Harvey dan Ganiel menjadi sangat bingung dan penasaran
"apakah kalian berdua berasal dari masa depan?" tanya Pangeran Harvey kepada mereka berdua.