Cinta segitiga dengan laki-laki misterius eps 8

1614 Kata
Alise benar-benar sangat kaget matanya terbelalak menggenggam erat selimut yang sama yang ia kenakan sewaktu di faman. "Jadi, saat itu aku salah paham?. Mengapa Erando mengaku kalau ia yang menyelimuti tubuhku? Mereka sedikit berbincang mengenai Ratu Alise "Jika ingin menghentikan Ratu Alise untuk membunuh ibuku, itu artinya kita harus merubah takdir, benar bukan?" Tanya Alarico "Ya, kita harus membuat Ratu Alise menikah dengan Memories agar Ratu Edelweis tidak dibunuh dan mungkin dapat mengubah masa depan" Memories kembali untuk membawakan makanan dan secangkir minuman untuk Alise, namun ia sudah tak terlihat di manapun "Sepertinya, aku mengetahui mengapa Erando mengatakan kalau selimut itu adalah perbuatanya" Marquez bertelakpinggang menatap kedua mata Putri Alise berupaya meyakinkan dirinya "Alasan Erando melakukan hal itu, karena dia hanya ingin menganggapmu sebagai sahabatnya. Membuatmu yakin kalau ada seseorang yang selalu ada untukmu" "Benarkah, kalau benar begitu. Baguslah" "Putri Alise, kamu disini?"panggil para pengawal yang langsung membawanya pergi kembali kedalam kerajaan Stefly "Aku ingin mereka ikut bersamaku, ayo teman-teman"ajak Putri Alise Mereka semua kembali kedalam kerajaan berharap kalau upaya mereka berhasil untuk mengubah masa depan "Erando?. Dimana pangeran Erando?. Apakah dia sudah pergi" Erando berjalan mendekatinya "aku disini, Putri" Alise tersenyum senang ia segera merengkuh leher Erando "Terimakasih ya, setidaknya kamu ingin mengakui sebagai temanmu di depan mereka" Reyyan mulai merasakan ada sesuatu kejanggalan "Sepertinya, ini tak pengaruh terhadap masa depan" "Aku akan menjalankan cara lain" Niguel menarik tangan Putri Alise mencoba bicara padanya. "Ada apa pangeran Niguel?" "Apakah kamu tidak berterimakasih kepada Memories?" Bisik Niguel ia berupaya agar tidak didengar oleh Pangeran Erando "Aku ingin mencaritahu alasan apa yang akan dia katakan atas perbuatannya" ujar Putri Alise "selimut itu?" Erando menunjuk ke arah selimut yang digenggam Putri Alise "Oh iya, ini milikmu, bukan?" Pangeran Erando gemetaran "Oh iya, selimut ini aku sudah berikan padamu tapi saat aku mendatangi rumah memories aku melihat selimut ini. Mungkin ia melupakan selimut milikmu" "Itu bukan milikku" "Tidak mungkin kan?. Ini adalah milikmu, saat itu kamu menyelimuti tubuhku dengan selimut ini. Kamu tidak bisa membohongiku Pangeran" Pangeran Erando mengepalkan tangannya menahan perasaan cemasnya ia merasa sangat bersalah kepada wanita yang telah ia bohongi selama ini "Sebenarnya, yang menyelimuti tubuhmu saat itu adalah Memories" Putri Alise sedikit tertawa "bagaimana bisa kamu berbohong seperti itu pangeran?" Putri Alise terlihat sangat kecewa kepada laki-laki yang telah ia anggap sebagai saudaranya sendiri "Tidak!. Saat itu, Pangeran Erando memang melakukannya. Ia menyelimuti tubuhmu dan selimut itu, saat itu dia meminjamnya padaku saat ia ingin mengembalikan selimut itu, dia melihatmu terbaring dan ia menyelimuti tubuhmu" Putri Alise tersenyum sinis ia sedikit terkekeh tak percaya "mengapa kalian melakukan rencana ini,apa untungnya bagi kalian?. Jika tidak ada yang ingin mengakui aku sebagai teman kalian," perlahan air mata Putri Alise menetes ia terlihat sangat sedih "Aku tak masalah dengan itu" Alise menangis sesenggukan Memories menggenggam erat tangannya ia terlihat sangat tersiksa dan sangat ingin memeluk erat tubuh wanita didepannya "Tak masalah bagiku, jika kalian tidak ingin mengakuiku sebagai teman kalian" Memories yang tak kuasa menahan perasaannya yang juga ikut terluka, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua "Mengapa kau tidak memeluknya?"tanya Pangeran Niguel berdiri di belakang Memories "Karena itu akan membuatnya bimbang dengan memikirkan perasaanku padanya" "Mengapa kau berhenti berjuang untuk membuatnya menjadi milikmu seutuhnya!!" Pangeran Marquez terlihat sangat marah "Tenanglah, pangeranku" Putri Solana menggenggam erat tangan Marquez ia menepuk pundaknya dan membuatnya sedikit melunak "Aku hanya tidak ingin penyesalan terjadi kedua kalinya" Alarico terus menatap pangeran Erando dengan tatapan tajam seperti biasanya ia lakukan kepada ayahnya "Kita harus bicara" perintah Alarico menarik keras tangan Pangeran Erando yang akan menjadi ayahnya. "Putri Alise, apakah kau menganggapku sebagai sahabatmu?" Tanya Putri Edelweis meminta pembuktian jika memang mereka berdua adalah sahabat "Apa yang kau inginkan Putri Edelweis?"tanya Putri Solana "Jika memang kau adalah sahabat baikku, maka biarkan aku menikah dengan Pangeran Erando" pinta Putri Edelweis sedikit menuntut, Putri Alise hanya menatapnya dengan tatapan penuh kecewa "Kau menganggapku adalah sahabat yang buruk karena akan merebut kekasih sahabatku sendiri?"pertanyaan Alie sedikit membuatnya merasa bersalah atas penuduhan yang ia lakukan kepada sahabatnya Alarico terus menatap tajam kedua mata Pangeran Erando "Apa yang kau inginkan, kak?" "Dulu, sewaktu kecil kita pernah bertemu aku yakin kamu masih mengingatku. Aku juga sudah mengetahui semua jalan ceritamu dengan Putri Alise" "Lalu?" "Mengapa kau tidak membiarkan Memories peluang untuk mendapatkan Ratu Alise. Jangan pernah memainkan perasaan siapapun apakah kau ingin perasaanmu dipermainkan oleh seseorang yang kau cintai?!" "Aku hanya tidak ingin Putri Alise merasa sendirian" "Tidak, dia tidak sendiri karena selalu ada Memories yang selalu menemani dirinya. Jadi, kau tidak perlu lagi merasa cemas dengannya"Pangeran Alarico terlihat galak "Aku tidak ingin menikah dengan Putri Alise karena dia tidak pantas untukku, dia hanyalah anak dari seorang pela**r kerajaan" perkataan Erando itu didengar jelas oleh Putri Alise, tapi untuk saat ini ia malas untuk memulai sebuah keributan kepada seseorang yang telah ia anggap sebagai saudara. Keluarga kerajaan berkumpul di ruang pengadilan untuk mendengar informasi yang akan disampaikan oleh Raja Stefly "Aku memiliki beberapa informasi untuk seluruh keluarga kerajaan, kalau kami kerajaan stefly ingin mengajukan perjodohan Pangeran Erando dengan Putri Alise" "Aku ingin mendengar keputusan dari anakku" Semuanya terbungkam menunggu keputusan Pangeran Erando, hingga akhirnya Putri Edelweis menjawabnya "Aku dengan pangeran Erando, kami resmi menjadi pasangan kekasih. Sementara gosip Erando dengan Putri Alise, hanyalah kebohongan. Karena Pangeran Erando mencari bukanlah seseorang yang tidak tahu diri, ia hanya mencintaiku" Alise sangat kaget ia tidak menyangka jika sahabatnya akan menjelekkan namanya didepan publik. Semua orang di dalam kerajaan terdiam membungkam, membuat kerajaan Bancroft segera menolak tawaran menikah antara Putri Alise dengan Pangeran Erando. Ratu Edelweis sangat bahagia karena pernikahannya akan terlaksanakan dengan penuh kebahagiaan. "Alise?" Hanah melihatnya menangis sesenggukan berada di dalam ruangan yang temaram "Hanah" mereka berpelukan dengan erat, Alise terlihat sangat rapuh ia mencengkeram erat dadanya yang terasa sangat menyakitkan "Hari ini adalah hari paling berat untukku, Hanah" Hanah menemani Putri Alise hingga ia memaafkan aku" Raja Stefly segera menemui Edelweis untuk memberitahukan mengenai keberadaan Memories dengan mudah "Jika kau memberitahuku dimana laki-laki yang bernama memories, maka aku akan membiarkanmu menikahi Pangeran Erando dan tidak akan mengancam merebut kerajaaanmu" Edelweis memberitahukan tempat dimana keberadaaan memories yang membuat Stefly langsung pergi menemuinya. "Ayo cepat naiklah" diam-diam mereka naik kedalam kereta dan langsung mengumpat dibawah kursi saling memberi kode untuk saling diam dan tidak boleh ada yang berisik "Aku hanya berharap kau akan baik-baik saja dengannya" Memories menggenggam sebotol wine ia berdiri tepat di tepi sungai Ia sangat patah hati malam ini Mereka memperhatikan Raja Stefly yang perlahan menghampiri Memories dari belakang "Apa yang akan kita lakukan, aku punya firasat tak enak tentang ini"Marquez terlihat sangat cemas "Bukankah itu Pangeran Harvey?" Nieva menunjuk ke arah Harvey yang juga ikut mengumpat "Apa yang ia lakukan disini?"mereka bertanya dengan resah akan keadaan memories "Raja Stefly?"sapa Memories yang sedang dalam keadaaan mabuk sang raja hanya diam dan langsung mendorong tubuh memories kedalam sungai sontak mereka yang mengumpat teriak namun langsung membekap mulut mereka masing-masing Mata mereka terbelalak kaget tubuh mereka bergetar melihat pembunuhan yang baru saja mereka saksikan "Apa, apa yang baru saja aku lihat?!" Tanpa mengulur waktu lagi, karena takut akan ketahuan maka Raja Stefly segera pergi setelah melakukan pembunuhan besar itu "Lalu, itu-itu maksudnya memories telah mati?" Putri Solana terlihat sangat syok "Shuuut, diamlah!." Mereka melihat Harvey melepaskan bajunya dan langsung terjun kedalam sungai "Apa yang Pangeran Harvey lakukan, percuma saja bukan?" "Diam dan ikuti saja dirinya" Mereka melihat Harvey yang berhasil mengangkat tubuh memories untuk kembali ke daratan "Pangeran, kau baik-baik saja?"tanya Reyyan yang sangat ingin membantu memories "Aku sangat berharap ia masih bisa bernafas" Harvey melakukan beberapa kali nafas buatan ia terus memberikan nafas buatan untuk memories demi menyelamatkannya "Uhuk uhukk uhuk" memories terbangun ia langsung memuntahkan air yang sangat banyak "Aku senang kau baik-baik saja, sahabatku" harvey memeluk erat memories "Sahabat?!!!" Mereka sangat terkejut dengan sebutan itu "Dia sahabat kesayanganku, dia segalanya bagiku. Ayo, aku tidak ingin kita berlama disini karena Raja Stefly akan kembali mencarimu "Bolehkah kami ikut denganmu?" "Ya, tentu" Mereka semua mengikuti Harvey kembali ke rumahnya yang ada di hutan terpencil "Kau rakyat selatan mengapa berada di barat?" "Untuk melakukan perdamaian. Aku berfikir, lebih baik kita merubah dirimu sepenuhnya. Aku tidak ingin kau kembali terbunuh untuk kedua kalinya, memories" Harvey melepaskan kacamata memories, ia memberikan memories yang sangat kurus itu s**u penambah berat badan ia juga memberikan kapsul peninggi badan "Aku akan merubah penampilanmu sepenuhnya." Butuh waktu seminggu untuk merombak memories menjadi seseorang yang sangat tampan "Namamu bukanlah memories, namamu adalah Ganiel" "Aku adalah Ganiel" "Jadi, ayahku adalah memories yang selama ini kita cari?"Reyyan masih sangat tak percaya dengan apa yang ia lihat "Jadi, seseorang yang telah menemukan arloji kita adalah memories?" Alarico sangat terkejut berita mengenai kematian memories telah tersebar di wilayah bagian selatan "Aku senang berita kematianmu telah menyebar dengan luas" "Tapi, bagaimana dengan Putri Alise" Alise terlihat sangat murung, ia berdiam diri didalam kamar seraya menangis penuh haru "Aku bersumpah akan membunuh seseorang yang telah membunuh kekasihku dan aku bersumpah akan membunuhmu Putri Edelweis, kau telah memberitahukan raja Stefly tempat dimana memories berada" Pikiran dan perasaan mereka sangat kacau membuat mereka bertekad untuk kembali ke masa depan untuk menemui seseorang dengan nama Ganiel. "Kita telah sampai, bukankah ini rumahku?. Dimana ayah?" "Dia menghilang?!!" "Mengapa dia harus menghilang disaat kita sangat membutuhkannya?!" "Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Ratu Katrine berdiri dari kejauhan memperhatikan mereka "Kami ingin menemui dokter Ganiel" "Dokter Ganiel dia telah pergi ke wilayah selatan. Kalau begitu, aku harus kembali menemui Ratu Alise" Mereka terdiam didepan gerbang rumah Ganiel "Mengapa kau tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, Rey?"tanya Alarico penuh kecewa "Aku sama sekali tidak mengetahuinya kalau seseorang yang kita cari adalah ayahku" "Berikan aku waktu untuk memberimu kepercayaan, Rey" Mereka dengan wajah kecewa meninggalkan Reyyan tepat di depan gerbang rumahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN