“Mas, besok bisa temenin Karina ke toko buku buat nyari bahan tambahan referensi, nggak?” Karina bertanya dengan sedikit ragu. Itu sama sekali bukan ajakan kencan. Meski bagi sebagian remaja, jalan bareng ke toko buku bisa bermakna lain. Tetapi tidak bagi Karina. Seperti yang dia katakan, itu hanya sebuah permintaan untuk menemani mencari bahan referensi. Setidaknya, saat Bianca tidak bisa pergi dengannya, dia tidak akan merasa seperti orang hilang yang keluyuran sendirian. Tentu saja, tanpa berkata iya pun, sesungguhnya hati Ilham sudah mengiyakan seribu kali, menepis keraguan-keraguan yang tak kalah banyak jumlahnya. Hanya menemani. Ilham menggaris bawahi dan menandai kalimat itu dengan highlighter pen hijau neon untuk membatasi diri dari berharap yang lebih dan bertindak di luar y

