Jantungnya sungguh berdebar ketika menantikan kedatangan Adit di bandara. Rasanya seperti mengharukan sekali. Setelah sekian lama tidak bertemu. “Theresa!” Ia menoleh ketika mendengar sebuah suara memanggilnya. Napasnya terasa tercekat dan ia senyumnya mengembang begitu cepat ketika menyaksikan Adir berlari menuju ke arahnya. “Adit,”lirihnya. Pria itu semakin terlihat tampan saja. Berbeda dengan terakhir kali mereka bertemu. Juga berbeda ketika mereka saling menatap wajah melalui fitur video call. “Adit!” Theresa merentangkan tangannya dan secara otomatis Adit langsung memeluknya. “Kangen banget!” ujar Theresa seraya semakin menguatkan pelukannya. Adit tersenyum dalam pelukan ini. Ia juga merindukan Theresa, sungguh. Adit lantas melepas pelukannya, mengusap rambut Theresa gemas ke

