Pertemuan itu membuat Daru berubah, ia menjadi orang yang lebih pendiam dan tidak ekspresif. Banyak hal yang membuat dia tidak memperhatikan jika terjadi obrolan. Apalagi ketika di kelas, Daru lebih banyak melamun dari pada menyimak perkuliahan. Rasanya, kepalanya selalu berisik dengan segala kegundahannya. Banyak orang yang mulai penasaran kenapa Daru berubah, tapi mereka tidak berani bertanya karena Daru orang yang tidak bisa membuka diri dengan baik. Maka, selalu saja Yara yang menjadi informasi satu pintu. “Ra, Daru kenapa? Kalian nggak berantem kan?” tanya Braga, orang nomor satu yang penasaran dengan keadaan Daru. Mengagetkan sekali jika Daru berubah dingin sedang tidak ada problem yang mengganggunya. Biasanya kan Braga adalah orang pertama yang menjadi tempat curahannya. Apalagi k

